US President Barack Obama speaks during a campaign event at the Apollo Theatre in New York on 19 January 2012.

Washington (Metrobali.com)-

Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Senin (13/7), mendorong Ukraina untuk melakukan reformasi ekonomi untuk memenuhi komitmennya terhadap Dana Keuangan Internasional (IMF) dan peminjam global lainnya.

Selama pertemuan dengan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, Presiden Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden memuji Kiev yang ambisius dengan rencana reformasi ekonominya, kata pejabat Gedung Putih.

Mereka memuji pemerintah Ukraina yang tetap berdiri kuat terhadap langkah-langkah populis yang dapat merusak stabilitas keuangan negaranya, katanya menambahkan.

Menurut pernyataan dari Gedung Putih, para pemimpin menyepakati pentingnya Ukraina melewati langkah-langkah reformasi tambahan, termasuk di sektor energi untuk memenuhi komitmen kepada IMF dan lembaga keuangan internasional lainnya.

Di ambang kegagalan ekonominya setelah lebih dari satu tahun mengalami perang saudara yang brutal, Ukraina telah menerima bantuan dari IMF pada Maret lalu sebesar 17,5 miliar dolar AS untuk jangka empat tahun.

Obama dan Biden juga menyatakan dukungan yang tidak tergoyahkan untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, dan menggarisbawahi komitmen AS untuk mempertahankan sanksi terhadap Rusia hingga sepenuhnya menerapkan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Minsk, kata Gedung Putih.

Negara-negara Barat menuduh Moskow mempersenjatai pemberontakan di Ukraina Timur dan menggelar pasukan di sana, namun Rusia membantah tuduhan tersebut. AN-MB

Baca Juga :
Kendati ditentang, PBB tetapkan Wonder Woman jadi Duta Kehormatan