Keterangan foto: Kantor Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Selasa (25/5) didatangi belasan warga dari Banjar Anyar Kampung Keramat/MB

Jembrana (Metrobali.com) –

Kantor Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Selasa (25/5) didatangi belasan warga dari Banjar Anyar Kampung Keramat. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi dan mosi tidak percaya terhadap salah seorang kelian banjar di desa setempat.

Perbekel Desa Air Kuning, Samsudin sempat kelabakan saat warga mendatangi kantor desa. Karena saat bersamaan di kantor desa ada kegiatan pembagian BLT desa dan vaksinasi Covid-19.

Kehadiran warga ini kemudian diterima Perbekel Samsudin didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Usman Arif dan anggota BPD Desa Air Kuning, Mariadi.

Selain menyampaikan mosi tidak percaya, pada pertemuan itu perwakilan warga juga berharap agar Perbekel Desa Air Kuning, Samsudin bisa memediasi warga untuk bertemu dengan Kelian Banjar Anyar, Ahmad Sidik.

Kekecewaan warga dipicu adanya dugaan pungli dan keterlibatannya dalam partai politik.(parpol). “Harusnya kelian banjar itu bersikap netral. Kami harap ini segera diselesaikan karena kami sudah dua kali datang ke kantor desa dan ke rumah perbekel. Tapi perbekel belum faham juga” ujar H Daus dan sejumlah warga lainnya.

Permasalahan ini harus segera diselesaikan karena jika dibiarkan akan membuat warga terkotak-kotak dan suasana menjadi tidak kondusif.

Perwakilan warga sempat menyodorkan surat pernyataan untuk ditandatangani perbekel namun ia menolaknya.

“Kami sebenarnya ingin menyelamatkan dan mengamankan perbekel. Karena itu kami harapkan segera diselesaikan,” tandas mereka.

Sementara itu, Perbekel Desa Air Kuning Samsudin mengatakan bahwa dirinya tidak berani memutuskannya sendiri karena memiliki atasan. “Kami akan koordinasikan. Selama ini kelian banjar Anyar juga belum pernah menyalahi atutran. Kami perlu untuk waktu menyikapinya” jelasnya.

Baca Juga :
Bupati Suwirta dukung deklarasi gerakan penyelamatan Aset 

Bhabinkamtibmas Aiptu Usman Arif berpesan agar warga selalu mengedepankan asas praduga tidak bersalah. “Mari kedepankan mediasi tanpa ada kekerasan. Mari beri kesempatan perbekel untuk berkordinasi dengan pimpinan. Disini kami punya tugas mengamankan saja” ujarnya.

Anggota BPD Desa Air Kuning Mariadi juga berharap agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan. Sehingga polemik tidak terus terjadi dan situasi menjadi tetap kondusif. MT-MB