Rabu (30/6) Bupati Tamba mengunjungi kediaman aurel di Banjar Tinusan kangin kelurahan lelateng Kecamatan Negara.

Jembrana (Metrobali.com)-

Musibah yang menimpa kapal KMP Yunice tenggelam di perairan Selat Bali, di Pelabuhan Gilimanuk mengundang keprihatinan semua pihak, tak terkecuali Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Rabu (30/6) Bupati Tamba mengunjungi kediaman aurel di Banjar Tinusan kangin kelurahan lelateng Kecamatan Negara.
Aurel, bocah 11 tahun yang selamat ,dari musibah tenggelamnya KMP Yunicee di selat Bali, selasa 29/6 lalu. Sebelumnya,
bocah yang saat ini duduk dikelas V SDN 2 Lelateng juga sempat ditemui Bupati Tamba di Puskesmas Gilimanuk usai dievakuasi.

Ditemani istrinya , Ny. Chandra Tamba, Bupati Tamba tak kuasa menahan kesedihannya usai bertemu kembali dengan Auriel. Ia ikut merasakan kepedihan yang dialami Aurel ,bahkan Tamba sempat meneteskan air mata. Dalam peristiwa itu, Aurel harus kehilangan neneknya yang sudah ditemukan meninggal dunia. Sementara keluarga lainnya ,ayah, ibu ,kakek dan kakaknya,yang berada satu rombongan dalam KMP Yunicee, hingga kini belum ditemukan.

”Saya tidak bisa menahan rasa sedih, saya merasa sangat kasihan dan saya sangat siap untuk menjaga anak ini (Aurel) sebagai anak angkat, ” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menyampaikan bela sungkawa atas musibah KMP Yunicee ini kepada keluarga korban. “Kami ke sini dalam rangka turut prihatin atas musibah ini, dan atas nama pemerintah dan pribadi kami mengucapkan bela sungkawa,” kata Bupati Tamba.

Sementara itu, Konseling dr. I Gusti Agung Ayu Putri Yuni Aryanti, M.Biomed, Sp.KJ mengatakan pihaknya saat ini sudah melaksanakan pemeriksaan dengan berhati hati agar kondisi Auriel tidak tegang .
Ia menyadari saat ini anak yang mengalami musibah seperti ini pasti sangat merasakan trauma, maka dari itu kedepannya perlu pendampingan.
” Kondisinya saat ini masih trauma akan tetapi tidak dimunculkan oleh dia.
Keadaan itu akan muncul apabila kembali apabila secara otomatis dia kembali mengingat kejadian (flashback),” paparnya.

Sementara Rosi Pujiningsih yang merupakan bibi Aurel mengatakan, kondisi Aurel saat ini masih syok.
Ketakutan itu ditunjukkan Auriel terutama saat melihat keramaian. Keponakannya itu terlihat trauma dan langsung menangis.
Saat ini Kata Rosi dirumahnya sedang digelar tahlilan atas meninggalnya salah satu keluarga yang ikut menumpang KMP Yunicee.
Karena itu ia berusaha untuk menghindarkan aurel dari keramaian. ”Bilamana ada orang berkerumun ramai datang kerumah otomatis aurel pasti ketakutan teringat kejadian malam itu,” katanya

Rosi Juga menuturkan bahwa aurel sejatinya anak yang berbeda dari saudaranya.
“Diantara adik dan kakaknya karakternya pemberani, sangat beda dengan saudaranya dia periang pokoknya dia ceria anaknya,” tuturnya.

Ia juga berharap dalam pencarian saudaranya yang belum ditemukan itu agar semua baik-baik saja.
“ Ini semua untuk aurel, tentunya semoga ada yang terbaik,”pungkasnya.

 

Sumber : Humas Pemkab Jembrana