Tradisi ‎’Med-Medan’ Desa Adat Tuban dibangkitkan Kembali

single-image

Tradisi Med-Medan di Tuban
‎Mangupura (Metrobali.com)-

Sempat hilang pada tahun 80-an, tradisi khas Desa Adat Tuban, Kuta kini kembali dibangkitkan. Tradisi yang dikenal dengan nama Med-medan, yaitu tarik tambang dengan menggunakan bangsing (akar) pohon beringin. Tradisi itu kini dipertunjukan pada saat ngembak gni (sehari setelah Nyepi), di mana lokasi arenanya berada di depan panggung utama Pasar Majelangu Desa Adat Tuban, Kuta, sekaligus membuka Pasar Majelangu untuk pertama kalinya.

‎‎Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menerangkan, di tengah gempuran arus modernisasi dan heterogenitas, Desa Adat Tuban yang merupakan kawasan pariwisata internasional mulai bergerak membangkitkan tradisi-tradisi yang sempat hilang. Salah satunya adalah Med-medan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wujud kebersamaan, silaturahmi dan wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‎kendati begitu,

Namun, lantaran semakin sulit menemukan akar beringin yang panjang, maka kini digunakan tali tambang yang dililitkan beberapa utas akar beringin. Hal itu dimaaksudkan sebagai simbolik dari med-medan yang masih menggunakan akar pohon beringin. “Ke depan kami berharap agar tradisi Med-medan ini akan selalu digelar bersamaan dengan Pasar Majelangu pada saat Ngembak Gni. Rencananya akan selalu‎ bertempat di sekitaran Patung Kereta Kuda, Tuban,” papar Mendra‎, Minggu 22 Maret 2015.

Diterangkan Mendra, dalam aksi med-medan tersebut seluruh peserta terdiri dari 30 orang yang terbagi menjadi dua grup. Satu grup terdiri dari 15 orang peserta yang kesemuanya adalah masyarakat Desa Adat Tuban. Tahap awal adalah remaja, disusul ibu-ibu PKK dan kaum lelaki. Berbagai pagelaran seni dan budaya, kuliner asli Tuban maupun seni dan budaya dari umat beragama lain disajikan sebagai wujud dari persaudaraan antarumat beragama di Desa Adat Tuban. Termasuk, sejumlah atraksi seni bela diri yang hidup di wilayah Tuban. “Kegiatan ini akan kami lakukan sehari penuh yang merupakan serangkaian perayaan Nyepi 1937. Jadi, kami harap penutupan ruas yang berpengaruh pada pengalihan arus lalulintas nanti bisa dimaklumi secara umum,”imbuh Mendra.

Baca Juga :
OJK ungkap 1.000 lebih layanan teknologi finansial ilegal ditutup

‎Yang paling spektakuler dan memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Tuban menurut Mendra, yaitu pementasan perdana dari kecak kolosal yang akan dibawakan warga Tuban yang tergabung di dalam wadah Kelompok Nelayan Wanasari Tuban.‎ “Nelayan kami sekarang sekarang berinovasi menggarap kolosal kecak. Mereka akan perform malam hari dan siap menghibur penonton. ‎Tidak hanya Uluwatu yang kini punya kecak, Tuban juga kini punya kecak dari nelayan,” imbuh Mendra. JAK-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.