Tingkatkan Prestasi Olah Raga, Wabup Kasta Minta Guru Olahraga Tentukan Strategi

Klungkung (Metrobali.com)-

Guna menyatukan persepsi para guru olehraga tentang pembibitan pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan serta menentukan strategi peningkatan prestasi olah raga kabupaten klungkung, sehingga muncul atlet atlet berbakat, berpotensi dan berkembang secara terus menerus dari semua tingkatan SD, SMP, SMA  dan SMK, Disdikpora Kabupaten Klungkung menggelar acara seminar Strategi Peningkatan Prestasi  Olahraga di Kabupaten Klungkung Rabu (5/02). Digelar di aula Sanggar  Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan, seminar dibuka oleh Wakil Bupati Klungkung Made Kasta  dan dihadiri oleh ratusan guru guru olahraga se-Kabupaten Klungkung setingkat SD, SMP, SMA dan SMK.

Dalam laporannya Kadisdikpora Klungkung I Nyoman Mudarta menyampaikan, dasar diadakannya seminar ini karena menurunnya prestasi olahraga siswa kabupaten klungkung dan kurangnya minat siswa untuk mengikuti salah satu cabang olahraga. Beliau berharap melalui seminar ini maka semua permalahan yang menghambat pencapaian prestasi tertinggi para atlet klungkung dapat di temukan dan dicarikan jalan keluarnya.

Wabup Made Kasta dalam sambutannya berharap kepada para pengurus KONI dan para guru olah raga untuk bangkit dan bekerja lebih keras lagi dalam membina dan mendidik para atlet serta siswa  berbakat di bidang olah raga untuk bisa menghasilkan atlet – altet berprestasi ditingkat daerah maupun tingkat nasional, meskipun dengan anggaran yang  kecil.

Selain itu Wabup Made Kasta mengajak para guru dan Pembina atlet agar duduk bersama dan berkomunikasi bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan. ”Karena  dengan berkomunikasi, mudah mudahan segala persoalan yang menghambat prestasi para atlet kita serta berbagai permasalahan dibidang olahraga dapat dicarikan solusinya .“ ujar wabup Made Kasta. Pada seminar ini juga menghadirkan Widyaiswara dari provinsi yakni Bapak I Nengah Nitya sebagai narasumber.   SUS-MB

Baca Juga :
Pangdam Jaya : "Tingkatkan Budaya 3S dan Hindari Budaya 3M"