Washington, (Metrobali.com) –

Gedung Putih pada Kamis mengesampingkan harapan kemajuan pada kesepakatan perdagangan pan-Pasifik, yang banyak ditunggu selama perjalanan Presiden Barack Obama ke Asia mendatang.

Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang akan mencakup 40 persen dari ekonomi global dan melibatkan 12 negara, telah menjadi subyek dari negosiasi yang berlarut-larut. Ini tidak termasuk Tiongkok.

Presiden AS Barack Obama mengatakan pada Juni lalu, ia berharap untuk memiliki kesepakatan mengenai bingkai kesepakatan pada November.

Pembicaraan telah diperlambat oleh perdebatan antara Washington dan Tokyo tentang rincian penting, termasuk tarif Jepang pada impor pertanian dan akses AS ke pasar mobil Jepang.

“Dalam konteks negosiasi ini, mereka telah memulai semua poin-poin mencuat yang paling sampai akhir,” juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan kepada wartawan.

“Mereka telah membuat kemajuan penting namun masih ada beberapa poin penting yang mencuat.” Dan karena mereka tergantung, Earnest menambahkan: “Saya tidak mengantisipasi bahwa kami akan memiliki pengumuman di sepanjang garis-garis ini dalam konteks perjalanan presiden ke Asia.” Obama akan memulai tur Asia-nya pada Senin (10/11) dengan forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pacific (APEC) di Beijing.

Dia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama kunjungannya.

Obama kemudian akan berkunjung ke Myanmar untuk menghadiri KTT Asia Timur, selanjutnya ke Australia untuk menghadiri pertemuan puncak G20.

Di Myanmar, ia akan bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi di Yangon pada 14 November. Dia juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Thein Sein selama kunjungannya di Myanmar pada 12-14 November.

(Ant) –

 

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Tinjau Penataan Pantai Jerman,Komit Wujudkan Masyarakat Badung Menjadi Tuan Di Rumah Sendiri