Jembrana (Metrobali.com)-

Bawaslu Jembrana mensinyalir tiga (3) orang calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Jembrana merupakan orang partai politik (Parpol).

Pengawasan oleh jajaran Bawaslu Jembrana bukan saja saat pendaftaran, juga hingga tahapan test tulis termasuk test wawancara.

“Kami sinyalir ada tiga berafiliasi dengan parpol” ujar Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan di Kantor Bawaslu, Kamis (5/3).

Ketiga orang terduga tersebut lanjutnya ditemukan saat jajaran Bawaslu melakukan penelusuran melalui sistem informasi partai politik (Sipol).

Diakuinya penelusuran melalui Sipol sangat membutuhkan waktu. Karena dari tiga indikator yang digunakan terkadang memiliki kesamaan, seperti nama, tanggal lahir dan alamat yang sama.

Namun demikian sambungnya, pihaknya akan terus berusaha melakukan pengawasan dengan maksimal, baik dengan menggali informasi dengan melibatkan jajaran terbawah.

“Ketiga nama yang kami duga itu kami teruskan ke KPU Jembrana untuk ditindaklanjuti. Mereka calon PPS di Kecamatan Melaya” terang Pande.

Adanya kuota calon keanggotaan PPS dibeberapa desa yang kurang dari syarat minimal, dua kali anggota PPS, Pande mengatakan dalam melakukan pengawasan pihaknya tidak sampai masuk keranah tersebut, namun memang disayangkan.

“Memang, kalau jumlah calon pendaftarnya sama dengan yang akan dicari (direkrut), susah juga. Tapi pengawasan kami tidak sampai kesana” jelas Pande.

Menurutnya akan lebih baik jika calonya lebih, sehingga jika terjadi PAW sudah ada penggantinya. “Kalau pas…Tapi, mudah-mudahan tidak ada (PAW) sehingga semua lancar” imbuhnya.

Pande mengatakan pengawasan yang dilakukannya sekarang lebih kepada cegah dini terkait indeks kerawanan pemilu (IKP) dan juga pelanggaran netralitas ASN, politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), ujaran kebencian dan politik uang (money politik).

Dikonfirmasi terpisah Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengaku belum menerima rekomendasi dari Bawaslu terkait tiga calon PPS yang disinyalir berafiliasi parpol.

Baca Juga :
Enam Perbankan Gelontor Tol Bali Rp 1,7 T

“Belum menerima. Kalau pun ada tentu kami teluduri dan akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan saat test wawancara” ujar Tangkas. (Komang Tole)