bupati tinjau bencana 8

Klungkung ( Metrobali.com )-

Cuaca Ekstrim yang menerjang Klungkung jumat dan sabtu ( 20 dan 21/2 ) yang mengakibatkan kerusakan dibeberapa titik. Kejadian ini mendapat perhatian serius Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta.

Suwirta yang mengetahui berita tersebut setelah melakukan kunjungan kerja selama empat hari di Kecamatan Nusa Penida, minggu (22/2), langsung memantau kerusakan akibat bencana yang terjadi di Kecamatan Banjarangkan. Didampingi instansi terkait, seperti BPBD dan Camat Banjarangkan, Bupati Suwirta memantau jebolnya senderan Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Penarukan, Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan yang jebol sepanjang kurang lebih 15 meter. Disini Bupati Suwirta disambut warga yang sedang melakukan gotong royong membersihkan senderan yang jebol. Selain memantau senderan jebol, Bupati Suwirta juga mengunjungi korban bencana pohon tumbang di Banjar Kapit, Desa Nyalian. Akibat kejadian ini, sebuah dapur dan kamar mandi milik keluarga Ketut Dunung mengalami kerusakan. Selain di Banjar Kapit, sebuah Bale Kulkul di Desa Pakraman Bakas juga roboh dan menimpa garase dan kendaraan milik Cokorda Oka Adnyana yang berada tepat disamping Bale Kulkul tersebut.

Selain di Kecamatan Banjarangkan, akibat angin kencang sebuah pohon kelapa ukuran besar juga tumbang dan menimpa dapur dan kamar mandi milik keluarga Wayan Sumarta di Banjar Tengah, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Angin kencang juga menumbangkan sebuah pohon canging yang tumbuh dipinggir jalan utama Desa Batununggul menuju Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. Akibat kejadian ini, kendaraan dari dua arah sempat macet beberapa saat. Kemacetan bisa terurai setelah petugas dari Polsek Nusa Penida dibantu warga memotong pohon yang tumbang kejalan.

Terkait kejadian ini, Bupati Suwirta berharap kepada masyarakat untuk lebih waspada dengan cuaca belakangan ini. Terkait kerusakan akibat kejadian ini, Bupati menyatakan akan segera menindaklanjuti dan membuat perencanaan terkait status jalan subak yang terkena longsoran termasuk membantu perbaikan rumah warga yang tertimpa pohon dan robohnya Bale Kulkul melalui dana hibah diperubahan, “Memang tidak banyak tapi dilihat dari segi ekonomi sangat mengkhawatirkan,”ujarnya.

Baca Juga :
Jepang hapus mobil bensin 2030, pabrikan tak mau buru-buru

Sebelumnya, Wabup Klungkung, Made Kasta juga sempat memantau longsornya senderan Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Penarukan, Desa Bungbungan. Wabup menilai longsornya senderan ini akibat bentuk dan kondisi tembok senderan memang kurang layak karena kurang nya lubang pembuangan air dan ukuran besi didalammnya kurang layak. SUS-MB