Jakarta (Metrobali.com) –

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat pagi bergerak naik sebesar lima poin menjadi Rp12.185 dari sebelumnya di posisi Rp12.190 per dolar AS.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen memberikan imbas positif bagi pasar keuangan domestik.

“Dipertahankannya BI rate itu dapat membantu sektor riil berjalan baik sehingga dapat mendorong investasi di dalam negeri,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, sentimen akan diberlakukannya pengurangan stimulus keuangan (tappering off) bank sentral AS (the Fed) dapat membatasi laju mata uang rupiah.

Selain itu, ia mengatakan bahwa bank sentral Eropa (ECB) yang tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya membuat laju mata uang euro cenderung melemah terhadap dolar AS dan dapat berimbas negatif pada rupiah.

Analis Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan, nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan seiring dengan BI rate yang masih tetap di level 7,5 persen.

“Namun, laju mata uang domestik itu masih dibayangi sentimen eksternal terutama dari Amerika Serikat terkait pemangkasan stimulus keuangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan pelaku pasar keuangan domestik juga sedang menanti keputusan rapat the Fed yang rencananya diselenggarakan 18-19 Januari mendatang. (Ant)

 

Baca Juga :
Ratusan Anggota Polres Jembrana Jalani Tes Urine