Karangasem ( Metrobali.com )

Pencarian Nenek Ni Nyoman Catur 70 warga Badeg Kelodan, Desa Sebudi, Karangasem, yang menghilang sejak Minggu (16/6 ) hingga menginjak hari ke 10, oleh Tim Sar yang dibantu aparat terkait maupun masyarakat setempat hingga kini belum mebuahkan hasil. Nenek Catur ditemukan terakhir kalinya oleh warga Desa Lebih sendiri sedang membawa kayu bakar dan tas kresek. Seteleh itu wanita yang sudah pikun ini dilaporkan hilang.

Pada Kamis ( 26/6 ) Informasi dari warga sekitar Temukus, desa Besakih sempat ada tercium bau menyengat seperti bau bangkai. Mendengar adanya imformasi itu BPBD Pamkab Karangasem dan Basarnas sekira pukul 09.00 wita meluncur ke TKP. Pencarianpun dilakuan melalui dua titik, melalui Desa Lebih, Sebudi dan Desa Temukus Besakih. Penelusuran di Temukus itupun akhirnya tidak ditemukan Nenek tersebut. Sebelumnya Tim sempat menelusuri jalan setapak dari Lebih menuju Kesimpar, Besakih yang juga tembus ke Temukus melalui jalan setepak di pinggiran jurang. Saat pencarian itu tim SAR Karangasem sempat terhalang oleh cuara buruk.

Perlu diketahui Nenek Catur dilaporkan hilang karena sudah kondisi pikun. Bahkan menurut Perbekel Sebudi Gusti Lanang Mudiarta sudah sering salah alamat kalau hendak pulang usai berbelanja di warung. Sebelumnya tim SAR dan BPBD serta Relawan dari Desa Badeg Kelodan sempat melakukan pencarian dari tanggal 16 sampai 18 Juni. Namun karena lokasi hilangnya korban belum jelas pencarian dihentikan. Tim sar sendiri tetap stand bay di posko jika ada laporan perkembangan mereka akan langsung turun melakukan pencarian. SUS-MB

Baca Juga :
Malaysia, Separatis Ukraina Sepakati Pengambilan Korban MH17