Evaluasi Peningkatan Peranan Wanita

single-image

Mangupura (Metrobali.com)-

 Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya perempuan guna terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender, diperlukan pemahaman dan repitalisasi program yang lebih efektif. Sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu memberikan pemahaman gender kepada seluruh komponen sehingga “Gender” tidak masih diartikan oleh masyarakat sebagai perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. 

 Evaluasi Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera serta penilaian (P2W-KSS) oleh Provinsi Bali dilaksanakan di Banjar Kelan Desa, Kelurahan Tuban Kuta. Tim Penilai dari Provinsi Bali yang berjumlah 16 orang dipimpin langsung oleh Ni Luh Putu Praharsini. Hadir dalam acara tersebut Sekda. Badung Kompyang R. Swandika yang didampingi Anggota DPRD Badung Ketut Sugita, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera I Made Lison, Ketua TP PKK Kab. Badung Ny. Ratna Gde Agung, Ketua WHDI Badung Ny. Sudikerta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Kompyang R Swandika, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan I A. Indah Gustari, Camat Kuta Rai Wijaya, Dinas terkait serta masyarakat sekitar, Selasa (21/5).

 

Ketua Kelompok P2WKSS Br. Kelan Desa Kelurahan Tuban Kuta Kadek Wiyati menyampaikan, salah satu upaya yang ditempuh untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan adalah dengan melaksanakan program terpadu dalam peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera, yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas hidup.

 Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Sekda. Badung Kompyang R Swandika menekankan, peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2W-KSS) telah mendorong semua pihak untuk bersedia melakukan pengembangan sumber daya manusia dan lingkungan guna mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia. Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mensukseskan upaya-upaya yang dilakukan kaum perempuan telah merumuskan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan ditahun 2011-2015 memprioritaskan terciptanya kondisi yang adil dan demokratis bagi perempuan dengan menghapus segala bentuk diskriminasi dan peningkatan kesejahteraan.

 Ketua Tim Penilai Provinsi Bali Ni Luh Putu Praharsini dalam sambutannya menyampaikan, upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dengan menghapus segala bentuk diskriminasi dan meningkatkan kualitas hidup perempuan serta upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan telah menjadi bagian dari denyut pembangunan di era global ini. ”Peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan pemberian informasi, peningkatan pelayanan kesehatan dan mendorong perilaku hidup telah meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembanguan di tahun kedepannya, keterlibatan perempuan baik dalam keluarga maupun masyarakat telah memberikan nilai positif dalam pembangunan manusia,” ujarnya.

 Acara dilanjutkan dengan drama tari Hasta Brata yang dipersembahkan para seniman dari Banjar Kelan Desa Tuban Kuta dan dilanjut dengan pemberian profil Br. Kelan Desa Kelurahan Tuban Kuta yang diterima langsung Tim Evaluasi Provinsi Bali serta kepada Sekda. Badung. PUT-MB

 

Baca Juga :
Sengketa pilkada diputus 45 hari kerja

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.