New York, (Metrobali.com) –

Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara itu secara keseluruhan suram.

Kepercayaan pengembang AS di pasar untuk membangun rumah keluarga tunggal baru pada Februari turun dua poin ke tingkat 55 poin pada Indeks Pasar Perumahan Asosiasi Pengembang Perumahan Nasional(NAHB)/Wells Fargo. Angka terbaru gagal menjawab konsensus pasar sebesar 58 poin.

Indeks manufaktur Empire State (negara bagian New York) pada Februari turun menjadi 7,78 dari angka Januari 9,95, Federal Reserve Bank of New York mengatakan dalam sebuah survei Selasa. Angka terbaru itu di bawah konsensus pasar 9,50.

Para investor sedang menunggu risalah Federal Reserve yang dipantau cermat tentang pertemuan kebijakan terbaru, yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu.

Euro naik terhadap dolar AS karena ekspektasi pasar bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan para mitranya di zona euro melebihi program dana talangan atau bailout saat ini.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,12 persen di 94,087 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik ke 1,1411 dolar dari 1,1349 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5357 dolar dari 1,5358 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7815 dolar dari 0,7771 dolar.

Dolar AS dibeli 119,29 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,44 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9368 franc Swiss dari 0,9320 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2386 dolar Kanada dari 1,2460 dolar Kanada.

(Ant) –

 

Baca Juga :
Indonesia-Arab Saudi Sangat Serius Tingkatkan Kerja Sama ekonomi