Jembrana (Metrobali.com)-

Proyek pengerjaan jalan tahun anggaran 2012 diprotes warga Senin (3/12) pagi. Pasalnya belum ada sebulan dikerjakan, jalan yang menghubungkan antara Banjar Arca dengan Banjar Pulukan, Desa Pulukan, Pekutatan nampak rusak bahkan sudah hancur lebur pada bibir jalan.

Dikatakan salah seorang warga yang tidak ingin diexpose namanya bahwa pengerjaan proyek jalan tersebut masih kurang baik karena masih jauh dari ketebalan standar alias tipis dan kurang berkualitas. “ Kalau memang pengerjaan jalan itu baik, tidak akan mungkin hingga rusak seprti itu padahal pengerjaan jalannya baru dua minggu,”jelasnya. Proyek yang juga tanpa disertai papan pengerjaan itu jelas tidak bisa diketahui siapa yang mengerjakan dan berapa anggaran yang digunakan.

Kerusakan proyek jalan tersebut tentu juga mengundang harapan warga yang menginginkan agar pelaksanaan proyek tersebut tidak asal-asalan dan segera diperbaiki dengan kualitas yang benar-benar baik. Seperti dikatakan Ketut Sudiasih warga yang juga korban rusaknya jalan menuju masjid dan baru selesai dikerjakan pula diprotes, proyek jalan yang hingga membuat halaman rumahnya sering tergenang air itu dikarenakan tidak adanya selokan. “ Jalannya sudah rusak, belum lagi tidak adanya selokan jadi air yang seharusny lewat got, jadi lewat dirumah saya hingga tergenang,”keluhnya.

Disisi lain dikatakan Suparno selaku Penanggung Jawab proyek tersebut mengakui jika proyek tersebut jadi satu dengan proyek yang ada di Asah Duren dan dibawah naungannya serta belum dilakuan penyerahan sehingga menjadi tanggung jawabnya dengan dana Rp. 1,5 M itu diperuntukan proyek di Asah Duren dan Rp. 130 juta untuk di Desa Pulukan. “ Kami masih mengerjakan proyek ditempat lain, dan rusaknya beberapa jalan itu dikarenakan tergerus air hujan dan selokan juga tersumbat sehingga air meluap, dan akan segera kami,”jelas Suparno. DEW-MB

Baca Juga :
Pilkada Buleleng : PDIP dikeroyok Koalisi Gajah