Klungkung ( Metrobali.com )-
Nasib orang tidak bisa kita ketahui. Jika yang Kuasa menghendaki apun bisa terjadi. Seperti apa yang telah dialami Anak Agung Rai Bisma warga Desa Aan Klungkung. Anaknya yang ketiga lahir pada pukul 12.00 tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 mungkin perbandingannya 1 banding seribu, sebelumnya tidak pernah di prediksi pria 36 tahun ini.
”Momen kelahiran untuk mendapatkan tanggal istimewa dan langka ini sengaja saya cari, makanya istri saya Anak Agung Istri Warmadewi melahirkan dengan cara caeras di rumah sakit umum Bintang Klungkung,” ungkapnya gembira saat Metrobali.com menemuinya di RS Bintang pada Rabu (12/12).
Dikatakan, dengan kelahiran anak ke 3 dipercaya akan membawa keberuntungan. Di mana kepercayaan orang Cina bahwa tahun 2012 tanggal 12 bulan Desember merupakan Tahun Naga yang membawa pengaruh baik dalam segi ekonomi dan juga kesehatan keluarga. Selain itu ada upaya-upaya pencapaian kelahiran dengan optimal mungkin. ” Tahun yang penuh semangat untuk mencapai kemakmuran. Makanya mari kita belajar memperbaiki hidup dengan memulainya dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita untuk kemudian apa yang kita perbuat berguna bagi bangsa dan Negara,” ungkapnya.
Untuk sementara pemberian nama anaknya belum terfikirkan, karena ibunya perlu perawatan khusus setelah menjalani operasi cesar yang kedua kalinya setelah anaknya yang kedua.
Sementara si bayi sendiri juga mendapatkan perawatan intensif mulai dari lap, memberikan busana, susu dan juga mengambil sidik kaki untuk dipergunakan kelak mencari akte kelahiran. Bayi yang belum diberi nama ini memiliki berat kurang lebih 2 ons.
Sementara dari Ketua tim Bedah Caesar Dr A A Martha SpOG mengatakan sejak beberapa waktu sebelumnya memang ada warga yang memesan agar dilakukan operasi Caesar pada tanggal yang sangat istimewa. Namun, hal itu tidak bisa dipenuhi karena ke dua bayi sudah lahir sehari sebelum yang diinginkan.
Menurutnya dalam setiap tindakan bedah Caesar melibatkan dokter anak, dokter kandungan dan dokter anastesi.
“Sebagai Dokter dan juga manusia biasa kita hanya bisa berharap dan merencanakan namun semua keputusan persoalan kelahiran ada pada masing-masing individu dan karma anak itu sendiri sehingga apapun yang diinginkan tetap Tuhan jua yang akhirnya mengatur,” ujar Dokter yang juga sebagai pemilik RS Bintang. SUS-MB

Baca Juga :
“Berbahaya”, Pembangunan Halte Dipertanyakan