Denpasar (Metrobali.com)-

Kunci keberhasilannya adalah disiplin, plus dengan menimba ilmu, pengalaman sebanyak mungkin. Dan semua itu seraya lengkap, bila kemudian sisi lainnyanya adalah bisa berbagi kepada orang lain. Inilah setidaknya yang sudah bisa dilakukan oleh Jemiwi Jero salah satu anggota Panwaslu (panitia pengawas pemilu) Kota Denpasar.

Punya banyak pengalaman beragam yang berbeda jauh dari tugasnya yang sekarang ini. Dibalik tugasnya itu, cita-citanya membangun rumah buku untuk anak –anak yang telah terwujud adalah juga komitmennya, yang pada intinya ialah untuk bisa ikut berbagi kepada yang membutuhkan akan ‘ jendela dunia ‘, sebagai bekal masa depan bagi generasi muda.

Menyimak dulu dari dunia politik, yang kini digelutinya, sebagai anggota Panwaslu, ia mengaku masih banyak belajar “ Sambil berjalan aku terus belajar. Ini adalah proses pembelajaran baru untuk saya. “ imbuhnya. Menurutnya dengan menjadi apapun, tidaklah terlalu penting jika tidak bermanfaat untuk kemaslahatan. “ Sebutlah ini sembari belajar dan menyediakan diri untuk berbuat sesuatu yang nyata buat negeri ini, yang akhirnya akan menjadi kerinduan setiap orang. Ya, Panwaslu adalah tempat saya belajar tentang bagaimana proses Pemimpin Negeri ini dihasilkan,” ungkapnya.

Sementara dari telah terwujudnya membangun rumah buku, semuanya itu tidak perlu menunggu kaya untuk memberi, dan tidak menunggu pintar untuk berpendapat, tetapi bergabung dalam proses, sumbangkan pemikiran, sumbangkan waktu yang ada untuk sesuatu yang diyakini bermanfaat untuk kemaslahatan. “ Astungkara, akhirnya mimpi kita semua terwujud. Kami membangun RUMAH BUKU Yudha Satya, taman bacaan gratis untuk anak anak  dan pemuda yang saat ini baru terbentuk di 3 titik di Bali,” paparnya.
Kapanpun, siapapun, silahkan datang dan membaca, ataupun jika mau menyumbangkan buku-bekas, majalah-bekas yang masih layak baca untuk adik –adik  kita di desa di perkampungan yang sebenarnya banyak yang suka buku, namun kekurangan akses untuk memperluas wawasannya, setidaknya melalui bacaan ( rumahbukuys@yahoo.com adalah alamat email ) .” Buku-buku  kami yang berjumlah ribuan ini sementara atas hasil swadaya. Belum kami mintakan bantuan dari instansi/pemerintah, karena kami meyakini, independensi sebuah komuniti menentukan netralitas dan disitulah kebanggaan dan kesolitan komuniti teruji,” akunya.

Baca Juga :
Ringankan Ekonomi Masyarakat, Desa Pejeng Ringankan Iuran Air Minum Mandiri Warganya

Tambahnya, pihaknya menunggu bila ada sahabat pembaca tertarik untuk bersama -sama dengan program Rumah Buku tersebut. “ Bisa memberikan motivasi, pemikiran, atau juga buku-bekas yang tentu penting bagi anak-anak bangsa di desa dan di kota yang masih kekurangan bahan bacaan,” selanya.

Kuncinya Disiplin

Diawali mulai belajar bisnis sejak duduk d bangku SMA, bantu jaga showroom keluarga, belajar menjual mobil. Saat masuk kuliah, gabung di Sanggar Seni Bali Anyar dan Wahana Karya Cipta Budaya Duta Pariwisata di Malang, Jogja, Pentas bersama dengan Sanggar Jepang.  Tahun 2004 dan seterusnya menjadi Pramugari, berlanjut pindah sebagai Hotel Secretary , dan Property, hingga kini sebagai anggota Panwaslu Kota Denpasar. “ Sesekali pula menjadi MC, “ tambahnya.

Dikatakan, dunia Pramugari adalah dunia profesional dengan disiplin yang sangat tinggi. Semua dengan SOP (Standard Operating Procedure). Disiplin waktu, disiplin tentang aviation-knowledge/pengetahuan  dunia penerbangan (meliputi safety/keselamatan, security/keamanan dan service/pelayanan) perpaduan 3 unsur jadi 1 yang harus benar-benar dicermati, dilakukan sepenuh hati. “ Dari sana saya belajar, bahwa DISIPLIN adalah 60% dari unsur pembentuk-peluang-sukses. Disiplin juga menandakan seberapa ukuran kwalitas diri kita, penghargaan kita kepada diri sendiri , penghargaan pada orang lain dan pada kehidupan. Tanpa disiplin, kecerdasan tidak berarti,” urainya.
Dari Pramugari, menuju Hotel Secretary hampir sama, disiplin dan pelayanan adalah kunci. karena jasa dan profesionalisme adalah berbanding lurus dengan income (meteriil/non-materiil) yang akan kembali kepada karyawan. Beralih kemudian ke dunia property, dunia yg lebih independen dari profesi sebelumnya. Dan diakuinya pula,  dunia Property yang keras pun, membuatnya betah sampai hari ini. HP-MB