Pesawat Trigana jenis ATR

ilustrasi–Pesawat dari maskapai Trigana Air.
Jakarta (Metrobali.com)-
Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Badan SAR Nasional menyatakan tim “Search and Rescue” unit darat sudah mendekati titik yang diduga kuat lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air PK-YRN, di sekitar wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Informasi dari situs resmi Basarnas di Jakarta, Selasa dini hari, menyebutkan tim SAR darat sudah berada di jarak 1,5 kilometer dari lokasi, namun harus menunda pencairan karena terkendala faktor cuaca.

“SRU darat dikabarkan telah mendekati crash site yakni berjarak 1.5 km, namun terkendala cuaca sehingga hingga saat masih menunggu membaiknya cuaca,” tulis pernyataan Basarnas.

Basarnas menerjunkan dua tim SAR darat dengan postur masing-masing 50 orang. Dua tim tersebut melakukan pencarian dan penyisiraan ke lokasi yang telah diketahui titik koordinatnya dari hasil pencarian melalui udara.

Pada Senin (18/8) pagi, salah satu potensi SAR lewat udara, pesawat AMA Air melaporkan telah menemukan puing yang diduga dari pesawat Trigana di sekitar Kampung Oskop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengatakan, dari penuturan pilot pesawat AMA, Kapten Erick, luas lokasi yang diduga jatuhnya Trigana tersebut selebar 20 meter dan panjang kurang lebih 100 meter. Lokasi tersebut berada pada ketinggian 8.300 kaki atau sekitar 3000 meter diatas permukaan laut.

Dari Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan karena terkendala cuaca, pencarian akan dilanjutkan Selasa (18/8) pagi.

Presiden berharap tim evakuasi dengan kekuatan penuh bisa mendekati titik lokasi, seiring rencana akan dibuatkannya helipad di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Pesawat Trigana Air jenis ATR42 dengan nomor penerbangan IL257 rute Jayapura-Oksibil dilaporkan hilang kontak Pada Minggu (16/8) pada pukul 14:55 WIT. Pesawat yang dipiloti Kapten Hasanuddin ini membawa 49 penumpang dan lima kru.

Baca Juga :
Soal Dokumen Proyek Terminal LNG di Kawasan Mangrove, WALHI Bali surati Gubernur Koster dan UPTD Tahura Ngurah Rai

Dalam pesawat yang jatuh juga mengangkut empat orang karyawan PT Pos Indonesia yang membawa dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebesar Rp6,5 miliar yang akan didistribusikan kepada warga. Antara-MB