Denpasar (Metrobali.com) –

Politik Identitas dan representasi adalah dua hal yang signifikan dalam kehidupan manusia. Sementara agama dan etnis adalah dua hal yang menjadi identitas dan representasi dari manusia. Proses demokrasi di Indonesia tak terlepas dari orientasi politik identitas dan representasi. Pembentukan identitas dapat terbentuk baik secara parsial maupun secara interaksial. hal inilah yang kemudian melahirkan perubahan sosial ekonomi, sosial politik, dan sosial budaya. Sisi lalin, identitas etnis dan agama adalah dua hal yang menjadi elemen perubahan sosial yang kerap kali mengemuka. Proses terjadinya politik identitas keagamaan akan melahirkan dampak langsung maupun tidak langsung pada perubahan sosial begitupun sebaliknya.

Proses demokrasi di Indonesia merupakan proses demokrasi yang tidak terlepas dari orientasi identitas agama dan etnis. Hal ini dapat dilihat pada keikutsertaan partai-partai politik yang mengikuti pemilu atau pilkada sebelumnya. Proses demokrasi khususnya dalam Pilkada saja seringkali tidak terlepas dari peran serta beragam partai dengan berbagai ideologi yang ikut merongrong. Berbagai ragam identitas agama dan etnis sering kali dijadikan alat politik.

Bagaimana dengan Bali? Desa adat di Bali bisa dan bahkan sudah dipakai alat politik sejak jaman orda baru, jaman reformasi, dan sampai sekarang. Gerakan desa adat sebagai gerakan politik identitas di Bali begitu masif. Dengan cara dibantu oleh elite politik, desa adat sudah merasa dihargai. Padahal desa adat sudan dininabobokan oleh kepentingan elite tertentu.

Link video: Awas !!! Desa Adat Tersandera Politik Identitas Lahirkan Pemimpin Tak Berkualitas

Baca Juga :
Pemilu 2024 Ditunda, Menguntungkan Siapa???