Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Upaya Twitter Memberantas Akun Spam dan Otomatisasi Berbahaya

Metro Bali
single-image

 

Jakarta (Metrobali.com)-

Banyak orang mengunjungi Twitter setiap harinya untuk mencari tahu tentang apa yang sedang terjadi. Salah satu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas percakapan di Twitter adalah dengan memastikan, bahwa setiap orang mempunyai akses terhadap informasi yang terpercaya, relevan, dan berkualitas di Twitter. Untuk membantu mencapai tujuan tersebut, Twitter telah memperkenalkan langkah-langkah baru untuk memerangi penyalahgunaan dan trolls, kebijakan baru mengenai ujaran kebencian dan tindak kekerasan, serta menggunakan teknologi baru dan menambah sumber daya untuk memerangi spam dan penyalahgunaan. Informasi lebih detail terkait pembaruan ini dapat dibaca di blog Twitter Indonesia.

Proses Baru untuk Memberantas Bot dan Spam Berbahaya

Twitter memerangi spam dan bot berbahaya secara strategis dan dalam skala besar. Salah satu caranya adalah dengan semakin mengutamakan sikap proaktif untuk mengidentifikasi akun dan perilaku bermasalah ketimbang menunggu sampai menerima laporan dari pengguna. Dalam hal ini, Twitter berfokus pada pengembangan perangkat machine learning yang mampu mengidentifikasi dan mengatasi jaringan akun yang termasuk ke dalam kategori spam dan bot secara otomatis. Ini membantu mengatasi upaya memanipulasi percakapan di Twitter dalam skala besar, lintas bahasa dan zona waktu, tanpa mengandalkan laporan semata.

Investasi dalam hal ini terbukti memberikan dampak positif:

Pada Mei 2018, sistem Twitter mengidentifikasi dan melakukan tindakan pada lebih dari 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya. Angka itu naik dari 6,4 juta pada Desember 2017 dan 3,2 juta pada September di tahun yang sama.

 

 

Karena peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, Twitter sekarang bisa menghapus 214% lebih banyak akun yang melanggar kebijakan kami mengenai spam dari tahun ke tahun.

Pada waktu yang bersamaan, jumlah rata-rata angka laporan terkait spam yang diterima melalui sistem pelaporan Twitter terus menurun – dari rata-rata 25,000 per hari pada Maret ke angka sekitar 17,000 per harinya pada bulan Mei. Terdapat penurunan sebanyak 10% pada laporan terkait spam melalui penelusuran sebagai hasil dari perubahan terbaru ini. Penurunan dalam jumlah laporan yang diterima menggambarkan; bahwa pengguna menghadapi lebih sedikit spam di linimasa, fitur penelusuran, dan seluruh produk Twitter.

Baca Juga :
WNI Ditemukan di Saudi Setelah 21 Tahun Hilang

Membatasi spam dan penyalahgunaan yang berasal dari API (Application Programming Interfaces) Twitter. Pada Q1 2018, Twitter telah menangguhkan lebih dari 142,000 permohonan yang melanggar peraturan Twitter — bertanggung jawab secara kolektif untuk lebih dari 130 juta cuitan berkualitas rendah dan bersifat spam. Twitter terus mempertahankan langkah proaktif ini dengan menghapus rata-rata lebih dari 49.000 permohonan terkait akun berbahaya setiap bulannya pada bulan April dan Mei. Metode proaktif dan otomatis ini akan terus digunakan untuk menemukan penyalahgunaan pada platform sebelum memberikan dampak yang kurang menyenangkan terhadap pengalaman para pengguna. Lebih dari setengah permohonan yang ditangguhkan pada Q1 dilakukan dalam waktu satu minggu setelah pendaftaran, bahkan banyak di antaranya dilakukan dalam hitungan jam.

Empat Langkah Baru Twitter untuk Mengatasi Spam dan Otomatisasi Berbahaya

  1. Mengurangi visibilitas akun yang mencurigakan berdasarkan metrik cuitan dan akun

Twitter telah mulai memperbarui metrik akun secara nyata dan real-time: sebagai contoh, jumlah follower yang dimiliki sebuah akun, atau jumlah likes atau Retweet yang didapatkan sebuah cuitan, akan diperbarui secara benar saat Twitter melakukan tindakan pada akun tersebut.

Jadi, jika Twitter memasukkan sebuah akun ke dalam keadaan read-only (di mana akun tidak bisa berinteraksi dengan yang lain atau mencuitkan cuitan) karena sistem Twitter mendeteksi perilaku yang mencurigakan, akun tersebut akan segera dihapus dari jumlah followers dan berbagai keterlibatan sampai lolos pengecekan, seperti konfirmasi nomor telepon. Twitter juga menampilkan peringatan pada akun read-only ini dan mencegah akun baru untuk mengikuti mereka guna membantu mencegah paparan konten berbahaya yang tidak disengaja. Jika akun tersebut berhasil melewati sistem pengecekan, jejaknya akan dipulihkan kembali (meskipun bisa memakan waktu beberapa jam).

Baca Juga :
Dwi Bayu Mustika, Duta Genre Kabupaten Jembrana, Ingin tularkan Prestasi Tanpa Narkoba di Kalangan Sebaya

Sebagai hasil dari penyempurnaan ini, beberapa pengguna mungkin akan menyadari bahwa metrik akun mereka berubah secara lebih teratur. Hal ini adalah perubahan penting dalam cara Twitter menampilkan informasi mengenai sebuah Tweet dan akun untuk memastikan, bahwa akun berbahaya tidak dapat meningkatkan kredibilitas akun mereka secara permanen dengan meningkatkan metrik seperti jumlah pengikut.

  1. Memperbaiki proses pendaftaran

Untuk mempersulit pendaftaran akun spam, Twitter juga akan meminta akun baru untuk mengonfirmasi alamat email atau nomor telepon ketika mereka mendaftar ke Twitter. Ini merupakan perubahan penting untuk melindungi para pengguna dari pelaku-pelaku yang hanya ingin mengambil keuntungan dari keterbukaan platform. Twitter akan bekerja sama dengan Trust & Safety Council dan lembaga-lembaga pakar terkait lainya untuk memastikan, bahwa perubahan ini tidak akan merugikan seseorang dalam lingkungan yang beresiko tinggi, di mana anonimitas merupakan hal penting. Pembaruan ini akan diluncurkan akhir tahun ini.

  1. Mengaudit akun-akun yang ada untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda pendaftaran otomatis

Twitter juga melakukan audit untuk mengamankan sejumlah sistem lama yang digunakan untuk membuat akun. Tujuannya adalah untuk memastikan, bahwa setiap akun yang dibuat di Twitter telah melewati beberapa pemeriksaan keamanan otomatis sederhana yang dirancang untuk mencegah pendaftaran otomatis. Perlindungan baru yang telah dikembangkan sebagai hasil dari audit ini telah membantu mencegah lebih dari 5,000 pendaftaran bersifat spam setiap harinya.

Sebagai bagian dari audit ini, Twitter akan segera melakukan pengecekan kepada sejumlah besar akun spam yang dicurigai yang terdeteksi sebagai bagian dari penyelidikan atas penyalahgunaan bagian lama dari proses pendaftaran. Akun-akun ini secara umum mengikuti akun spam; yang dalam banyak kasus, tampaknya secara otomatis atau secara massal mengikuti akun-akun ternama atau akun-akun centang biru lainnya yang disarankan ke akun baru dalam proses pendaftaran. Sebagai hasil dari tindakan ini, beberapa orang mungkin akan melihat jumlah follower mereka menurun – ketika Twitter melakukan pengecekan akun, akun berbahaya tersebut akan disembunyikan sampai sang pemilik akun berhasil melewati proses pengecekan. Ini tidak berarti bahwa akun yang mengalami penurunan jumlah followers telah melakukan pelanggaran; mereka merupakan target dari akun spam yang sedang Twitter bersihkan. Twitter baru-baru ini mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk membersihkan spam dan aktivitas bot, menutup celah yang mungkin bisa  dieksploitasi, dan bekerja untuk lebih transparan mengenai tindakan semacam ini.

  1. Perluasan sistem pendeteksian perilaku berbahaya

Baca Juga :
Presiden dan Para Menteri Kabinet Kerja Galang Donasi untuk Penyintas Gempa Banten

Twitter mengotomatisasi beberapa proses saat melihat aktivitas akun yang mencurigakan, seperti melakukan cuitan dalam volume tinggi dengan tagar yang sama, atau menggunakan akun yang sama tanpa balasan dari akun yang pengguna mention. Tes ini bervariasi dalam hal intensitas; dan pada tingkat yang sederhana, mungkin akan melibatkan pemilik akun yang menyelesaikan proses reCAPTCHA sederhana atau permintaan pengaturan ulang kata sandi. Kasus yang lebih kompleks secara otomatis dikirimkan ke tim kami untuk ditinjau.

Apa yang Dapat Dilakukan oleh Pengguna

  • Mengaktifkan two-factor authentication. Daripada hanya memasukkan kata sandi untuk mengakses akun pengguna, mereka juga akan memasukkan kode yang dikirim ke ponsel. Verifikasi ini membantu memastikan bahwa pengguna, dan hanya pengguna, yang dapat mengakses akun tersebut.

  • Jangan menggunakan kata sandi yang telah digunakan di platform atau situs lainnya. Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun pengguna.

  • pengguna juga dapat menggunakan pengamanan FIDO Universal 2nd Factor (U2F) sebagai verifikasi ketika masuk ke dalam akun Twitter pengguna.

Selain itu, jika pengguna yakin pengguna telah ditindaklanjuti secara salah oleh salah satu sistem pendeteksi spam otomatis Twitter, mereka dapat menggunakan proses banding ini untuk meminta Twitter melakukan peninjauan atas kasus mereka.

Editor : Whraspati Radha

 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.