Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Turis Saksikan Ritual ”Tawur Kesanga” di Pura Besakih

Metro Bali
single-image

Karangasem (Metrobali.com)-

Puluhan wisatawan asing dengan senang hati saat berkunjung ke objek wisata Besakih, Bali, dapat menyaksikan ritual upacara keagamaan “Tawur Agung Kesanga” yang biasa diselenggarakan sehari menjelang hari raya Nyepi. Dalam upacara Tawur Kesanga di Pura Besakih Senin (11/3)  dua kandidat Gubernur Bali periode 2013-2018 Made Mangku Pastika dan AA Puspayoga khusyuk melakukan persembahyangan bersama.
Semnatara itu, wisatawan asing yang berasal dari sejumlah negara di dunia itu tidak hanya menyaksikan dengan sorotan matanya, tetapi mereka juga mengabadikan dengan kamera foto dan video.

Turis yang datang secara berombongan dengan menggunakan bus dan beberapa kendaraan sewa yang didampingi pemandu wisata itu, secara tidak direncanakan bisa menyaksikan umat Hindu melaksanakan serangkaian kegiatan ritual sehari menjelang Nyepi tahun baru saka 1935.

Para wisatawan yang sebagian mengenakan busana adat madya Bali itu dapat melihat dari jarak dekat seluruh rangkaian kegiatan ritual yang menggunakan puluhan jenis bintang kurban “Tuhanku. Saya senang menyaksikan masyarakat Hindu menjalankan kegiatan ritual. Kegiatan ini tidak ada duanya di dunia,” demikian Stevani wisatawan asal Inggris.

Wisatawan tersebut tampak senang dengan kegiatan tersebut. Bahkan mereka tidak mau berancak, walau upacara tersebut mendekati berakhir.

Persembahyangan dilakukan saat cuaca yang cerah itu berlangsung khusuk, khidmat serta lancar yang diiringi dengan lantunan syair lagu-lagu kerohanian (kekidung) serta alunan instrumen gamelan Bali.

Wisata pengunungan Objek wisata Pura Agung Besakih terletak di lereng kaki Gunung Agung (3.142) di wilayah Kabupaten Karangasem, sekitar 80 kilometer timur laut Kota Denpasar, senantiasa menjadi sasaran kunjungan wisatawan asing dan domestik.

Kawasan suci di ujung Timur Bali itu, terdiri atas beberapa kompleks pura yang menjadi satu-kesatuan tak terpisahkan satu sama lain, memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan umat Hindu, yang dianut sebagian besar masyarakat setempat.

Baca Juga :
"Out of Control", Sopir Truck Molen Tewas jatuh ke Lubang Coran

Bahkan keunikan, kesakralan dan menawannya keindahan Besakih, tidak hanya dikagumi dan diakui umat Hindu di Pulau Dewata atau di Indonesia saja, namun juga wisatawan asing yang datang dari berbagai negara di belahan dunia.

Pramuwisata obyek wisata Pura Besakih yang seluruhnya tercatat sekitar 285 orang sejak dini telah diingatkan agar meningkatkan citra pariwisata Bali, khususnya kawasan suci Pura Besakih kepada dunia internasional.

Sebelumnya, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg menekankan kepada pramuwisata agar memberikan pelayanan yang prima sehingga para turis tersebut merasa nyaman ketika berkunjung di objek wisata yang dibangun pada zaman Kerajaan Sri Udayana Warmadewa tersebut.

Dikatakan, dengan pelayanan yang baik serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, akan merupakan promosi yang sangat bagus bagi Bali, khususnya obyek wisata Pura Besakih, “Jika pelayanan yang diberikan dengan baik, maka sepulang ke negaranya akan menjadi citra positif. Maka mereka sendiri akan berpromosi di negaranya untuk bisa berkunjung ke Besakih,” katanya. INT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.