Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tanpa Skenario, Simulasi Penanganan Terorisme Polda Bali dan JCLEC di Benoa Menegangkan

Metro Bali
single-image
Kepolisian Daerah Bali bekerjasama dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) menggelar simulasi penanganan terorisme di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3/2018)/MB
Denpasar, (Metrobali.com) –
Kepolisian Daerah Bali bekerjasama dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) menggelar simulasi penanganan terorisme di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3/2018). Simulasi ini melibatkan 476 personel terdiri dari Brimob, Sabhara, Polair, Lalu Lintas, Dokkes, Reskrim, BPBD, Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan.
Dari hasil pemantauan, simulasi diawali dengan bersandarnya kapal pariwisata di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. Saat wisatawan berangkat menuju kapal dari Terminal Domestik, beberapa teroris keluar dari kapal tersebut dan melakukan penyerangan.
Situasi semakin tegang saat terdengar suara rentetan tembakan dan ledakan. Teroris menyerang petugas yang jaga di pelabuhan, termasuk menguasai Terminal Domestik dan menyandera calon penumpang. Selain itu teroris juga menyandera bus pengangkut wisatawan.
Beberapa saat kemudian, pasukan Antiteror Brimoda Bali melakukan penindakan. Polisi mengepung Gedung Terminal Domestik dan melumpuhkan teroris. Selain itu, penyergapan teroris juga dilakukan di dalam bus. Dalam waktu singkat semua teroris berhasil ditangkap dan situasi kembali kondusif.
Usai menyaksikan simulasi, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, personel Polda Bali melaksanakan pelatihan Marauding Terrorist Attack (MTA) Live Exercise in Seaport Benoa.
Latihan ini terselenggara atas kerjasama dan partisipasi dari pihak JCLEC dan pemerintah Inggris sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan teror serta show of force penanganan organized crime khususnya di wilayah Bali.
Disamping itu, pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan untuk acara IMF-WB Annual Meeting 2018. Dimana pada bulan Oktober mendatang, Pulau Bali yang dikenal dengan The Tolerance of Island, The Peace of Island dan The Beautifull of Island akan menjadi tempat berlangsungnya rapat tahunan tersebut. Diperkirakan 17 ribu orang dari 189 negara akan datang ke Bali.
Lebih jauh Kapolda menyampaikan, pelaksanaan simulasi yang dilaksanakan kali ini berbeda dengan simulasi yang digelar di Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu.
“Saat di Bandara Ngurah Rai menggunakan skenario, sedangkan yang disini (Pelabuhan Benoa) tanpa menggunakan skenario, tanpa latihan dan dilakukan secara langsung atau alami,” ucapnya.
Jenederal bintang dua di pundak ini menyatakan secara keseluruhan kegiatan simulasi ini sudah berjalan dengan baik karena baru pertama kali dilaksanakan di pelabuhan. Petugas kepolisian beserta stakeholder lainnya juga sudah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).
Kapolda juga memberikan sejumlah koreksi atas kegiatan simulasi itu, diantaranya penanganan korban harus cepat. Kemudian, pasukan khusus antiteror wajib melakukan negosiasi sebelum penyergapan dan ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku tentang penanganan terorisme.
“Tadi dalam simulasi, pasukan khusus antiteror langsung penyergapan. Tentu hal ini menjadi koreksi bagi kami dalam penanggulangan terorisme,” tegasnya. SIA-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Drama Musikal Pramusti Bali PKB 2013 : Ditonton Gubernur Bali, Dipungkasi Hujan Gerimis

Leave a Comment

Your email address will not be published.