Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mau Renovasi Rumah, Pilih KPR atau KTA?

Metro Bali
single-image

renovasi_rumah

Jakarta (Metrobali.com)-

Apabila Anda ingin memperbaiki rumah Anda yang sudah  mulai kusam tapi belum ada dana cukup, ada dua jenis pinjaman yang bisa dipilih, yaitu produk KPR refinancing dan KTA.

Simon Costello, Co-Founder & Managing Director, HaloMoney.co.id, mengatakan, “Dua produk pinjaman ini bisa menjadi pilihan apabila Anda ingin merenovasi rumah Anda. Tapi jangan terburu-buru mengambil keputusan, bandingkan dulu beberapa produk pinjaman yang tersedia karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.”

Panduan dari HaloMoney.co.id

Mengenal KPR refinancing:

Karena bentuk pinjaman ini mensyaratkan sertifikat rumah sebagai jaminan maka Anda tidak bisa mengajukan pinjaman apabila proses pembiayaan KPR rumah Anda belum selesai.

Rata-rata bank memberikan pinjaman hingga 80% dari harga taksiran rumah Anda, yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk oleh bank untuk menilai nilai properti Anda saat ini. Misalkan harga rumah Anda ditaksir sebesar Rp 400 juta maka maksimal kredit yang akan diberikan bank adalah Rp 320 juta.

Bunga yang ditawarkan terbilang cukup rendah apabila dibandingkan dengan pinjaman lain, hampir sama dengan bunga KPR.

Proses yang mesti dilalui hingga pencairan dana cukup lama, bisa mencapai satu bulan bahkan lebih. Simon Costello mengatakan, “Sementara biaya yang perlu dikeluarkan juga cukup banyak, ada biaya provisi, administrasi, premi asuransi, taksasi agunan dan notaris. Produk pinjaman ini cocok untuk Anda yang ingin meminjam dengan jumlah besar dan tidak membutuhkannya buru-buru.”

Mengenal Kredit Tanpa Agunan (KTA):

Apabila Anda membutuhkan dana segera untuk merenovasi rumah maka KTA adalah pilihannya. Produk pinjaman ini tidak secara khusus diperuntukkan untuk renovasi rumah, tapi banyak nasabah yang menggunakan untuk keperluan tersebut.

KTA menawarkan dana hingga Rp 200 juta dengan proses pengajuan yang lumayan cepat, yaitu satu sampai dua minggu. Beberapa bank bahkan bisa menyetujui dan mencairkan dana dalam dua atau tiga hari.

“Buat Anda yang ingin melakukan renovasi rumah minor dengan waktu pengerjaan singkat maka KTA adalah pilihan yang tepat. KTA juga bisa digunakan apabila Anda membutuhkan dana tambahan akibat adanya kenaikan biaya konstruksi di tengah proyek,” ujar Simon Costello.

Anda bisa mengajukan KTA untuk renovasi rumah walaupun cicilan KPR belum tuntas. Kelemahan utama dari produk pinjaman ini adalah suku bunganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan KPR refinancing. RED-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Penderita HIV/Aids di Jember Capai 1.056 Orang

Leave a Comment

Your email address will not be published.