Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

KMSPP : Prabowo-Hatta Lebih Banyak Lakukan Pelanggaran

Metro Bali
single-image

prabowo tolak hasil pilpres

Jakarta (Metrobali.com)-

Koalisi Masyarakat Sipil Pemantau Pemilu (KMSPP) memaparkan laporan yang diterima dari masyarakat terkait pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Pilpres 2014 justru mencatat laporan pelanggaran lebih banyak dilakukan pasangan Prabowo-Hatta.

“Sepanjang penyelenggaraan pemilu presiden 2014 memang terjadi pelanggaran pemilu, namun pelanggaran dilakukan oleh kedua pasangan,” kata perwakilan KMSPP Fadli Rahmadhaneil di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (23/7), menyikapi sikap calon presiden nomor 1 Prabowo-Hatta yang mengundurkan diri dalam rapat pleno rekapitulasi KPU dengan salah satu alasan adalah pelanggaran pilpres.

Berdasarkan catatan pelanggaran, Muhammad Irham selaku anggota KMSPP dari Matamassa mengatakan pihaknya telah menerima 312 laporan pelanggaran, di antaranya 109 laporan pemasangan alat peraga dengan laporan paling banyak terhadap pasangan Prabowo-Hatta yakni 67 laporan dan 30 laporan untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, dan 12 laporan yang tidak diketahui pelakunya.

Sementara itu, pelanggaran pidana terkait dengan kampanye hitam, termasuk politik uang, tercatat 120 laporan yaitu 69 pelanggaran yang dilakukan Prabowo-Hatta, sembilan pelanggaran dari Jokowi-JK, dan 42 pelanggaran yang tidak diketahui pelakunya.

Untuk jenis pelanggaran lainnya diterima 83 laporan antara lain 34 yang dilakukan Prabowo-Hatta, 27 oleh Jokowi-JK, dan 22 tidak diketahui.

“Yang menjadi korban kampanye hitam dan SARA paling banyak itu Jokowi-JK dengan laporan sebanyak 69 yang merugikan pasangan itu, sedangkan Prabowo-Hatta hanya dirugikan dengan 12 laporan,” kata Irham.

Selain laporan-laporan dugaan pidana, pihaknya juga menerima laporan DPT (daftar pemilih tetap) bermasalah sebanyak 26 DPT, dan kesalahan-kesalahan adminisrasi selama rekapitulasi.

Dalam keputusannya, KPU Pusat telah menetapkan perolehan suara masing-masing pasangan dari 133.574.277 suara sah yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebanyak 62.576.444 (46,85 persen) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebanyak 70.997.833 (53,15 persen).

Namun, menjelang akhir penetapan hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, saksi Prabowo-Hatta menyatakan menolak pelaksanaan Pilpres 2014 dan menarik diri dari proses yang berlangsung yakni rekapitulasi hasil dan penetapan hasilnya.

Pada pukul 14.30 WIB, seluruh saksi pasangan Prabowo-Hatta yang bertugas dalam rekapitulasi hasil pemilu di KPU menyatakan menarik diri (walk out) dari proses rekapitulasi. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Komunitas Taman Hati Bantu Warga Kurang Mampu

Leave a Comment

Your email address will not be published.