Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kisruh Utang Piutang dengan Tomi Winata, Bos Hotel Kuta Paradiso Diadili

Metro Bali
single-image

Harijanto Karjadi selaku pemilik hotel didakwa jaksa penuntut umum ( JPU) Ketut Sujaya dkk dengan dakwaan berlapis

Denpasar, (Metrobali.com)-

Kisruh kepemilikan saham Hotel Kuta Paradiso, Kuta sampai di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (12/11) Harijanto Karjadi selaku pemilik hotel didakwa jaksa penuntut umum ( JPU) Ketut Sujaya dkk dengan dakwaan berlapis. Kata jaksa sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan menyebutkan kasus ini berawal pada 14 November 2011 di kantor notaris IGA Nilawati. kala itu, terdakwa Harijanto bersama Hartono Karjadi (DPO) menandatangani akte perjanjian pemberian kredit antara PT Giya Wijaya Prestige (GWP) diwakili terdakwa melalui sindikasi bank. Diantara bank yang ikut memberikan kredit itu antara lain Bank PDFCI, PT Bank Rama, Bank Indovest, Bank Finconesia, Bank Artha Niaga Kencana dan PT Bank Multicor. semuanya disebut bank sindikasi dimana PT GWP mendapat pinjaman USD 17.000.000.

Adapun rinciannya, Bank PDFCI sebesar USD 5.000.000, Bank Rama sebesar USD 2.000.000, Bank Daemala sebesar USD 2.000.000, Bank Indovest sebesar USD 2.000.000, Bank Finconesia sebesar USD 2.000.000, Bank Artha Niaga Kencana sebesar USD 2.000.000, dan Bank Multicor sebesar USD 2. 000.000. “Pinjaman itu dipakai membangun hotel Sol Paradiso yang kini berganti nama Hotel Kuta Paradiso,” terang jaksa didepan majelis hakim pimpinan Sobandi. Sebagai jaminan pinjaman, terdakwa menjaminkan tiga sertifikat tanah, gadai saham atas nama Harjanto Karjadi di PT GWP, gadai saham atas nama Hermanto Karjadi, gadai saham atas nama Hermanto Karjadi, gadai saham atas nama Hartono Karjadi.

Dalam perjalanannya, pengusaha nasional Tomi Winata (TW) membayar piutang terdakwa di salah satu bank. TW juga mengambil alih bank sindikasi yang bangkrut. Akan tetapi, terdakwa Harijanto diduga telah melakukan praktik memanipulasi administrasi hukum dalam bentuk kepemilikan saham, yang dipindahkan lagi dalam masa dianggunkan bersama sang kakak Hartono Karjadi. Tidak tanggung – tanggung, dalam dugaan praktik ini pihak Bank Sindikasi sebagai dibitur kecolongan ratusan miliar rupiah. Dalam hal ini TW juga merasa dirugikan sebesar USD 20.389.661. Jaksa mendakwa terdakwa Harijanto melanggar Pasal 266 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 kesatu., pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 kesatu.

Baca Juga :
Peringatan Hari Keluarga XX Provinsi Bali : Gubernur Minta Program KB Dimantapkan

Harijanto Karjadi diamankan oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah bandara Malaysia, Rabu (31/7) malam. Saat itu ia hendak kabur ke Hongkong mengikuti sang kakak yang telah berhasil lolos. Disi lain sidang kemarin juga menyita perhatian publik. Ratusan massa adabyang berpakaian adat bBali memadati PNnDenpasar. Bahkan ruang sidang utama penuh sesak. Meski demikian sidang berlangsung tertib. (NT-MB)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.