Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kenapa makanan di pesawat terasa lebih hambar?

Metro Bali
single-image

Jakarta (Metrobali.com) –

Pernahkah Anda merasa nafsu makan berkurang ketika sedang berada di pesawat? Makanan yang terlihat lezat bisa jadi terasa hambar di lidah saat disajikan di atas ketinggian.

Qatar Airways Culinary Development Manager Decha Mingkwan menjelaskan hal itu terjadi karena tekanan udara di dalam pesawat yang mempengaruhi telinga dan berujung pada kemampuan lidah dalam merasakan makanan.

“Dulu, kami membuat makanan jadi lebih asin untuk di pesawat,” ujar Decha di Cengkareng, Rabu.

“Tapi sekarang makanan di darat dan di pesawat yang kami buat rasanya sama,” lanjut dia, menambahkan hal itu dimungkinkan karena sirkulasi udara yang lebih baik di pesawat sehingga tidak mempengaruhi kemampuan mencecap.

Indera perasa memang kurang berfungsi di ketinggian.

Tingkat kelembapan yang rendah dan tekanan udara membuat indera perasa jadi lebih tumpul, itulah mengapa maskapai kerap menyajikan makanan pedas atau asin agar lebih terasa

Suara mesin pesawat juga bisa berkontribusi pada ketidakmampuan mencium dan merasakan makanan serta minuman.

Memakai penutup telinga untuk mengurangi suara bising bisa jadi cara termudah agar makanan dan minuman terasa lezat di dalam pesawat, kata Profesr Charles Spence, penulis “Gastrophysics: The New Science of Eating” seperti dikutip dari Telegraph. (Antara)

Bagikan :
Baca Juga :
Anggaran Sewa Gudang Logistik Pilkada Dipangkas Rp 1 M Lebih

Leave a Comment

Your email address will not be published.