Foto: Suasana Wisuda VI STMIK Primakara di BNDCC Nusa Dua, Badung pada Sabtu (30/4/2022).

Badung (Metrobali.com)-

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara menggelar Rapat Terbuka Senat Wisuda VI di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Badung pada, Sabtu (30/4/2022) yang dimpimpin langsung Ketua STMIK Primakara Made Artana, S.Kom.,M.M.

Wisuda ke-6 STMIK Primakara kali ini melepas sebanyak 77 orang wisudawan dari tiga Program Studi (Prodi). Rinciannya 23 orang wisudawan dari Prodi Sistem Informasi, 31 orang wisudawan dari Prodi Sistem Informasi Akuntansi dan 23 orang wisudawan dari Prodi Informatika.

Dari total wisudawan ini sebanyak 68 persen dari wisudawan tersebut sudah bekerja dan berwirausaha mendirikan usaha rintisan atau startup berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan positioning kampus STMIK Primakara yang beralamat di Jalan Tukad Badung Nomor 135 ini yakni menjadi Technopreneurship Campus atau kampus pencetak technopreneur (wirausaha berbasis teknologi).

“Saya titip pesan kepada wisudawan, selamat dan sukses. Menamatkan pendidikan adalah prestasi yang besar,” kata Artana lantas menyerukan yel-yel dan slogan “Primakara Luar Biasa!”

Pihaknya menegaskan para wisudawan ini memang dilepas kampus tapi tetap menjadi keluarga besar STMIK Primakara dan diharapkan para alumni ini tetap mendukung berbagai perkembangan dan kemajuan kampus tercinta.

“Primakara besar karena support alumni dan banggalah jadi alumni STMIK Primakara, dengan berbagai capaian kampus, mahasiswa, dan dosen,” ujar Artana seraya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawwal 1443 Hijriah bagi umat muslim.

Dalam perjalanannya kampus STMIK Primakara yang memasuki usia 9 tahuni ini banyak capaian dan prestasi telah diraih terutama tahun 2022 ini yang menjadi tahun kolaborasi bagi kampus IT yang menjadi kiblat startup di Pulau Dewata ini.

Di tahun ini 2022 STMIK Primakara banyak menerima kunjungan dari para pejabat negeri seperti sejumlah Deputi Kementerian, para menteri mulai dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hingga Menteri BUMN Erick Thohir, termasuk sejumlah kepala daerah dari luar Bali seperti Walikota Medan Bobby Nasution.

Baca Juga :
Fadli Zon bersyukur tak dipilih jadi Wakil Ketua DPR

“Ini karena mereka melihat kita di STMIK Primakara sangat konsisten untuk memperjuangkan terbentuknya kewirausahaan utamanya kewirausahaan berbasis teknologi di Bali,” jelas Artana.

Selain itu, di tahun ini STMIK Primakara mencoba memperbanyak social impact atau dampak sosial di masyarakat melalui berbagai kegiatan kolaboratif dan sinergis dengan berbagai stakeholder. Salah satunya lewat program Banjar Creative Space (BCS).

BCS ini merupakan inisiasi bersama BITHUB (Bali Initiative Hub), Indonesia Creative Cities Network (ICCN), STMIK Primakara, serta stakeholder lainnya dan didukung oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pertamina. BCS dirancang menjadi strategi pengembangan potensi berbasis masyarakat Bali yang simpul utamanya berada di banjar-banjar.

Untuk di Bali, ada 11 banjar yang menjadi role model ini. Pada kegiatan Banjar Creative Space pihaknya  banjar dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan sosial, adat dan keagamaan melainkan juga untuk kegiatan produktif dimana anak-anak bisa belajar bisa berlatih dan memulai bisnisnya.

“Primakara sejak berdiri posisinya jelas jadi kampus kita melihat kemajuan tekhnologi digital khususnya harus disikapi. Terlebih kita di Bali tidak bisa bergantung pada satu sektor saja. Jadi sektor yang lain harus dihidupkan,” tambahnya.

Sejak tahun 2014 STMIK Primakara menggagas cukup banyak event untuk mengasah enterpreunership dikalangan anak muda. Diantaranya Bali Startup Camp dan lainnya.

Di akhir tahun 2021 STMIK Primakara juga melaksanakan acara yang cukup besar berskala nasional yang didukung Bank Indonesia yakni Bali Startup Summit. Tujuannya menggaungkan di level nasional bahwa di Bali ini eksosistem startupnya cukup besar dan harus diperhitungkan.

Lalu berlanjut STMIK Primaraka diminta bantuannya oleh Pemprov Bali merancang sebuah event untuk menggongkan bahwa Bali akan menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Maka STMIK Primaraka membantu Pemprov Bali melaksanakan event Bali Digital Festival atau Bali DigiFest yang berlangsung pada 8-10 April 2022.

Baca Juga :
Tingkatkan Sinergisitas, Empat Balai Besar Balitbangtan Adakan Koordinasi

STMIK Primakara juga bertabur prestasi di kancah internasional. Saat ini terdapat empat orang mahasiswa STMIK Primakara berhasil lolos dalam program yang diselenggarakan oleh Erasmus Plus. Program ini didanai oleh European Commission dan dikelola oleh Education, Audiovisual and Culture Executive Agency of the European Commission.

“Mahasiswa kita diberangkatkan ke luar negeri kerjasama dengan Erasmus Plus. Untuk tahun ini kita memberangkatkan empat mahasiwa, satu orang mahasiswa ke Bulgaria dan tiga orang mahasiswa ke Filipina,” ungkap I Gede Putu Krisna Juliharta, S.T.,M.T., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Pusat Karir dan Kerjasama STMIK Primakara didampingi pula Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan STMIK Primakara Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd.

Satu orang mahasiswa STMIK Primakara atas nama Jasmine Priscilla Kho, yang merupakan mahasiswa jurusan Sistem Informasi Akuntasi angkatan 2019 telah berhasil lolos seleksi program Training Course “Social Media Literacy for Women Rights” yang akan dilaksanakan di Bulgaria selama 8 hari pada tanggal 9 Juni 2022 – 16 Juni 2022.

Proyek tujuan utama adalah untuk memberdayakan kaum muda melalui literasi digital, memperluas rasa diri mereka di dunia, meningkatkan keterlibatan sipil, dan meningkatkan kepedulian akan hak perempuan.

Selain Jasmine, terdapat 3 mahasiswa STMIK Primakara yang berhasil lolos seleksi program Training Course “Community: Seniors Involved Internasional” – CSII yang akan dilaksanakan di Filipina selama 9 hari pada tanggal 19 Mei – 27 Mei 2022.

Tiga mahasiswa tersebut diantaranya Ni Wayan Kariasih yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Sistem Informasi angkatan 2019, Ni Putu Mia Puriyanti yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Sistem Informasi angkatan 2020, serta Gede Martha yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Teknik Informatika angkatan 2021.

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Hadiri Pelantikan Pengurus ST. Yowana Shanti Desa Adat Sulangai

Proyek ini memiliki tujuan utama untuk mengatur kegiatan yang akan menghubungkan generasi. Kegiatan ini akan melibatkan orang tua dan anak muda, mengenai pertukaran pengalaman hidup mereka, belajar dari satu sama lain, dan mengurangi kesenjangan antara orang muda dan orang dewasa.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si.,dalam sambutannya saat acara wisuda ini mengingatkan lulusan STMIK Primakara agar memegang teguh KASIH (Kreatif, Adaptif, Sensitif, Inisiatif, Harmoni). Lulusan agar kreatif dalam menemukan solusi dan menangkap peluang, adaptif dengan kondisi lingkungan, sensitif terhadap persoalan terkini, punya insiatif bergerak maju, mewujudkan harmoni dengan membangun cinta kasih.

Prof Dasi juga mengingatkan lulusan STMIK Primakara jika ingin menjadi orang hebat harus mampu menjaga martabat dan intergritas diri. Ia juga mengingatkan lulusan agar menjadi pribadi yang mandiri, jangan lagi meminta orang kepada orang tua setelah kelulusan ini.

“Don’t ask money to your parent (jangan minta orang pada orang tua). Kalau itu dilakukan saya setut pelengan kalian (sata pukul kepala kalian),” kata Prof Dasi Astawa sambil berkelakar.

Prof Dasi Astawa meminta mahasiwa bergerak cepat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Orang yang bergerak lambat pasti jalan pikirannya lambat. “Hari ini kalian tamat besok boleh makan anggur. Hari ini kalian tamat, jangan lama-lama menganggur. Begitu tamat tancap gas, tunjukkan dirimu adalah pemberani dan mandiri. Jangan jadi penakut, jangan buat malu,” pesan Prof Dasi. (wid)