Utamakan Prokes, Upacara Yadnya di Jero Kawan Kerobokan Berlangsung Lancar, Lestarikan Budaya dan Geliatkan Ekonomi Kerakyatan

Metro Bali
single-image

Foto: Suasana Upacara Manusa Yadnya Mepandes (Potong Gigi) di Jero Kawan Lanang Wayahan Celuk Pemecutan, Kerobokan, Kabupaten Badung, 3 Oktober 2020.

Badung (Metrobali.com)-

Upacara Dewa Yadnya Pujawali Pedudusan Alit, Pitra Yadnya (Penyekahan) dan Manusa Yadnya (Mepandes) yang digelar di Jero Kawan Lanang Wayahan Celuk Pemecutan, Kerobokan, Kabupaten Badung berlangsung lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat dan disiplin.

“Astungkara upacara Yadnya yang kami laksanakan dengan konsep kesederhanaan, kesehatan, dan keamanan sudah berjalan lancar. Peserta sangat khusyuk menjalankan Yadnya dan tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19,” kata Ketua Panitia Karya A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi

Upacara Yadnya ini dimulai dengan Upacara Pitra Yadnya (Penyekahan) kepada kepada leluhur ayahanda Gus Adhi yakni I Gusti Ketut Adhiputra (almarhum) yang dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2020. Upacara Pitra Yadnya Penyekahan ini juga diikuti 37 peserta di Lingkungan Desa Adat Kerobokan dan Kota Denpasar yang dilakasanan secara gratis.

Lalu dilanjutkan dengan Upacara Dewa Yadnya Pujawali Padudusan Alit dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2020. Kemudian Upacara Manusa Yadnya Mepandes (Potong Gigi) pada tanggal 3 November 2020.

Gus Adhi yang merupakan Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini menambahkan selain sebagai pelaksanaan Yadnya, upacara ini juga dilaksanakan sebagai bentuk upaya mendukung pelestarian adat dan budaya yang ada di Provinsi Bali yang sejalan pula dengan program-program pemerintah.

“Kalau bisa dilaksanakan secara berkesinambungan maka saya yakin pelestarian budaya dan ajegnya Hindu Bali terus terjaga dan ini bisa menjadi daya tarik pariwisata. Harapannya keunikan budaya Bali masih tetap terjaga dan lestari,” kata Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Baca Juga :
Duta Denpasar Kolaborasikan Tabuh Gender Dengan Sloka

Namun dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanan upacara Yadnya ini tentu harus dilakukan dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  “Astungkara dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan disiplin, tidak ada yang sakit. Ini patut kita syukuri. Artinya bila kita melakukan hal benar, jalankan protokol kesehatan maka kita terhindar dari Covid-19,” ungkap Gus Adhi.

Tidak hanya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta cek suhu tubuh setiap orang yang masuk ke areal upacara, peserta upacara juga mengikuti rapid test yang disediakan panitia.

“Ada tercatat 24 orang perserta yang kurang sehat lalu kami berikan vitamin dan minta karantina mandiri 4 hari. Lalu mereka kami rapid test kembali dan sehat semua,” terang Gus Adhi.

Upacara Yadnya juga merupakan wujud meringankan beban krama Bali dalam melaksanakan Yadnya yang digelar dengan spirit kebersamaan dan gotong royong. “Dalam masa pandemi kami ingin bisa meringankan beban masyarakat untuk melaksanakan Yadnya. Gotong royong dalam melakukan kegiatan Yadnya yang patut kita lestarikan ke depannya,” ujar Gus Adhi.

Selain itu, rangkaian Upacara Yadnyayang dilaksakan ini juga menggeliatkan perekonomian khususnya ekonomi kerakyatan. “Dalam yadnya ini tanpa disadari kita lakukan penggerakan ekonomi kerakyatan. Dagang banten, buah, sembako,kain dan lainnnya semuanya bisa hidup, bangkit di tengah pandemi,” imbuh Gus Adhi. (wid)

Bagikan :
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});