Denpasar (Metrobali.com)-

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku dihadapkan pada pilihan sulit terkait kenaikan Tarif Daftar Listrik (TDL).

Pada satu sisi, imbuh Wacik, terasa berat untuk menaikkan TDL. Di sisi lain, jika tidak dinaikkan, maka ada sekitar 1,3 juta rakyat yang sudah mengantre sambungan listrik tak dapat terlayani.

“TDL sudah ketok palu dengan DPR. Ada pemikiran kalau tidak naik bagaimana. Kalau tidak naik harga listrik itu, maka ada 3,1 juta rakyat yang sudah mengantre memasang listrik, yang sudah daftar, tidak dapat terlayani,” kata Wacik di Denpasar, Senin 29 Oktober 2012.

“Kalau harganya tidak bisa naik yang 15 persen ini, maka yang 3,1 juta tidak dapat sambungan,” tambah Wacik. Lantaran itu, kata dia, diambillah langkah untuk menaikan TDL. “Itu pun saya harus memilih. Yang listriknya 450 watt dan 900 watt, tidak kita naikkan karena kita yakin yang itu adalah masyarakat kecil. Kita harus berpihak pada rakyat kecil. Nah, yang 1.300, 4.000 sampai 6.000 watt, itu harus naik. Itu orang kaya,” terang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Langkah kenaikan itu diambil agar 1,3 juta rakyat yang sudah mengantre dapat terlayani sambungan listrik. Meski sulit, imbuhnya, tetapi pilihan harus diambil. “Listrik itu kan hak semua orang, jadi harus diberikan. Itu pemikirannya. Ini bukan polemik. Ini butuh penjelasan. Pilihannya di situ. Kalau tidak dinaikkan apa tidak kasihan dengan 1,3 juta rakyat itu. Hidup ini penuh dengan pilihan. Saya punya pilihan seperti itu. Dari pada yang 3,1 juta tidak dapat listrik, maka naikkanlah ini sedikit,” imbuh dia.

Sementara itu, soal investasi di bidang kelistrikan pada tahun 2013, Jero Wacik mengaku ada banyak peminat.

Baca Juga :
Gubernur Koster dan Keluarga Rayakan Pergantian Tahun di Kampung Halaman

“Banyak sekali. Sekarang saya mulai mendorong energi ramah lingkungan, dan itu sudah mulai didorong, seperti geothermal, panas matahari, batu bara dan lainnya,” beber dia.

Sementara itu, nominal investasi untuk tahun 2013 Wacik menyebut jumlahnya mencapai sekitar US$12 miliar. “Itu yang tercatat. Kita akan terus tambah lagi,” tutup dia. BOB-MB