Bupati Giri Prasta saat melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana di Punduk Dawa, Klungkung, Jumat (9/4).

Mangupura, (Mtrobali.com)

Bertepatan dengan Rahinan Sugian Bali, yang jatuh pada Sukra Kliwon Wuku Sungsang pada hari Jumat (9/4), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana di Punduk Dawa, Klungkung. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan prokes secara ketat dalam rangka memperingati Hari Jadi Jaga Baya Dulang Mangap yang ke 4 tahun.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta secara pribadi ngaturang punia sebesar Rp 30 juta serta mengharapkan Semeton Dulang Mangap harus fokus memberikan ayahan dalam kegiatan keagamaan dan adat. “Jaga Baya Dulang Mangap harus fokus ngayah ring Ida Bhatara Kawitan, ngayah ring Sulinggih Pasek dan ngayah ring semeton Pasek dan semeton Hindu secara luas,” ujarnya.

Disamping itu pihaknya juga berpesan kepada Semeton Jaga Baya Dulang Mangap agar selalu memegang teguh sastra agama dalam menjalankan roda organisasi, maupun dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya, dengan selalu mengedepankan sikap satya ring sesana, wirang ring semeton sesuai dengan bisama leluhur.

“Dalam semeton Pasek kita punya konsep saling sumbah, saling parid dan mesidikara. Pasek itu adalah satu, cuman jaman dahulu mendapatkan banyak penyebutan sesuai daerah yang ditempati. Lain koki lain masakan, tapi semasih Giri Prasta jadi Ketua MGPSSR Bali, saya pastikan arah Pasek tetap utuh, karena kita semua bersaudara, wasudewa kutumbakam,” tegasnya.

Giri Prasta juga menambahkan untuk urusan manajemen organisasi mulai proses pendataan sulinggih, pendataan semeton maupun pendataan Dadia Pasek di seluruh Bali, pihaknya secara tegas  menyampaikan komitmennya untuk selalu tegak lurus dalam urusan pesemetonan Pasek

Baca Juga :
Gudang Buah di Pasar Batukandik Terbakar, Seorang Ibu dan Bayinya Selamat

Sekjen DPP Dulang Mangap Guru Denia menjelaskan, organisasi Jaga Baya Dulang Mangap dibentuk untuk menjawab tantangan dan dinamika sosial budaya yang ada di tengah masyarakat dengan memperhatikan bibit,  bebet dan bobot. Dimana  organisasi Jaga Baya Dulang Mangap sudah terdaftar sebagai organisasi resmi di Kemenkumham untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Hindu khususnya semeton Pasek. “Jaga Baya Dulang Mangap dibentuk sebagai wujud rasa bakti atas jasa para pahlawan pada jaman kerajaan dahulu, dimana Dulang merupakan dasar pemikukuh, sedangkan 7 keris melambangkan 7 unsur kepasekan. Itulah arti yang tersirat dalam logo Jaga Baya Dulang Mangap,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD Jaga Baya Dulang Mangap Kadek Agus Suartana menyatakan bahwa Jaga Baya Dulang Mangap mengucapkan rasa syukur kehadapan Ida Bhatara Kawitan karena atas anugerahNya, Jaga Baya Dulang Mangap bisa eksis selama 4 tahun terakhir dalam melaksanakan tugas kegiatan keagamaan maupun sosial kepada sesama semeton Pasek pada khususnya dan kepada masyarakat luas pada umumnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sulinggih Semeton Pasek, Pengurus MGPSSR Provinsi Bali, Pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali, serta Pengurus Jaga Baya Dulang Mangap seluruh Bali.

Editor : Sutiawan