Jembrana (Metrobali.com)

 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jembrana dapat memperhatikan pendamping desa yang bertugas di desa-desa di Jembrana.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan di gedung Mendopo Kesari, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara beberapa waktu lalu.

Menteri Desa PDTT RI melakukan kunjungan kerja ke Jembrana untuk memberikan arahan terkait pengendalian inflasi dan ketahanan pangan sekaligus melaunching JSDDD (Jembrana Satu Data Dari Desa).

Dikatakannya petugas pendamping desa merupakan anak kandung dari Kementerian Desa PDTT RI.

“Pendamping desa itu anak kandungnya Kementerian Desa, bapak bupati, tolong dibantu. Kalau ada yang kelaparan tolong dikasi makan. Kalau ada yang kehujanan tolong dikasi payung. Kalau ada yang kepanasan tolong dikasi tempat berteduh” harapnya.

Terkait JSDDD disebutnya merupakan inovasi kebijakan yang sangat luar biasa dari Pemkab Jembrana. “JSDDD merupakan harapan kita semua. Harapan perbekel (kepala desa) dan lurah” jelasnya.

Kenapa ?, kata Menteri Desa PDTT karena dengan satu data dari desa, cita-cita dari Kementerian Desa PDTT akan segera terwujud dan itu akan dimulai dari Kabupaten Jembrana, Bali. “Apa itu, cita-cita saya “Percaya Desa, Desa Bisa” tegasnya.

Disebutnya “Percaya Desa, Desa Bisa” itu penting. Karena pada hakekatnya desa itu mampu mengelola apa yang menjadi kebutuhannya, meskipun didalam pemenuhan terhadap kebutuhan itu desa membutuhkan dukungan.

“Ini terus saya kumandangkan ke seluruh antero jagat Nusantara. Dimulai dari Jembrana kita Percaya Desa karena Desa Bisa” tandasnya.

“Ini adalah satu kebahagian bagi kami. Utamanya bagi perbekel dan lurah yang memiliki Kepala Daerah (Bupati) seperti beliau, Pak Nengah Tamba” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
PDIP Optimistis Jokowi Raih 60 Persen Suara di Jatim