Oleh : dr. Gst Ayu Vina Mery Giovani

 

Jika anda mengeluh gatal-gatal pada kulit terutama pada sela-sela jari, pantat ataupun ketiak, dan gatal lebih sering dirasakan pada malam hari, berhati-hatilah! Mungkin anda terkena infeksi scabies. Hal ini mungkin belum terdengar lumrah di kalangan masyarakat. Namun, apabila mendengar kata kudis, gudig, atau gatal agogo, mungkin kata-kata ini sudah terdengar akrab ditelinga. Scabies disebabkan oleh kutu atau tungau Sarcoptes scabiei, filum Arthopoda , kelas Arachnida, ordo Ackarina, superfamili Sarcoptes.

Tungau ini berbentuk kecil, oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Ukurannya yang betina berkisar antara 330 – 450 mikron x 250 – 350 mikron, sedangkan yang jantan lebih kecil, yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang kaki di depan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir dengan rambut, sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat pereka.

Pada manusia infeksi disebabkan oleh oleh S. scabiei var homonis yang biasanya hidup di tempat lembab dan kotor dan biasanya menyerang manusia secara berkelompok, sehingga apabila salah satu anggota keluarga terkena infeksi ini, maka akan dapat menularkannya kepada anggota keluarga yang lain. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perseorangan dan lingkungan, atau apabila banyak orang yang tinggal secara bersama-sama di satu tempat yang relatif sempit. Infeksi ini juga sering ditemukan pada daerah-daerah pesantren, ataupun lingkungan yang kumuh dan padat penduduk.

 

Penyebaran

Scabies dapat ditularkan dari hewan ke manusia, manusia ke manusia atau manusia ke hewan. Infeksi scabies ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit seperti berjabat tangan, tidur bersama, ataupun hubungan sexual. Selain itu, pemakaian barang secara bersama-sama (baju, handuk, bantal, seprei, selimut) juga dapat menularkan infeksi pada orang lain. Tungau tersebut menginfeksi manusia dengan membuat terowongan di bawah kulit yang mengakibatkan rasa gatal. Rasa gatal yang dirasakan akan semakin parah di malam hari karena pada malam hari, tungau ini akan aktif bergerak untuk membuat terowongan dan menyimpan telur. Bagi anda yang gemar bertukar pakaian atau berbagi handuk dengan orang lain, disarankan untuk lebih waspada karena bisa saja anda terinfeksi scabies.

Selain gatal pada malam hari yang menyerang individu secara berkelompok, dapat juga ditemukan kelainan pada kulit berupa terowongan-terowongan di bawah lapisan kulit (kanalikuli), yang berbentuk lurus atau berkelok-kelok, berwarna putih atau keabu-abuan, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Kelainan tersebut biasanya ditemukan pada kulit dengan lapisan korneum yang tipis seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipatan ketiak, pantat, dan pada bayi dapat mengenai telapak tangan dan kaki.

Terdapat berbagai macam manifestasi kelainan kulit akibat infeksi tungau ini. Scabies yang terjadi pada individu yang bersih, biasanya ditandai dengan adanya papul-papul kecil, dan seringkali terowongan sangat sulit ditemukan, sehingga seringkali terjadi misdiagnosis. Pada scabies yang telah mendapatkan pengobatan dengan kortikosteroid, terkadang gejala klinis telah membaik, namun masih dapat menularkan pada orang lain (Scabies Incognito). Pada scabies tipe Norwegia biasanya kelainan kulit yang timbul berupa krusta (keropeng), skuama (sisik-sisik halus) pada kulit. Pada scabies tipe nodularis biasanya didapatkan nodul coklat kemerahan yang gatal, terutama pada daerah tertutup seperti genitalia, lipatan ketiak, atau selangkangan. Sedangkan pada bayi dan anak-anak, scabies dapat mengenai seluruh tubuh., termasuk kepala, leher, telapak tangan dan kaki.

Pemeriksaan lanjutan biasanya dilakukan dengan menemukan  terowongan yang sedikit meninggi, berbentuk garis lurus atau berkelok-kelok, panjangnya beberapa millimeter sampai 1 cm dan pada ujungnya tampak papul atau vesikel. Akan tetapi penemuan ini biasanya agak sulit dengan banyaknya tipe scabies yang terkadang penampakannya pada kulit tidak terlalu khas. Dapat juga dilakukan pemeriksaan kerokan kulit secara mikroskopis untuk menemukan tungau tersebut.

 

Pencegahan dan Pengobatan

Jika anda mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas, segeralah memeriksakan diri untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Pengobatan pada individu terinfeksi biasanya melibatkan pengobatan terhadap anggota keluarga lainnya, pasangan sexual, atau individu lain yang kontak erat dengan penderita, sebagai tindakan penting untuk memutus rantai penularan. Dengan demikian pengobatan scabies biasanya dilakukan secara massal agar mata rantai penularan dapat dibasmi secara tuntas.

Selain pengobatan, dapat dilakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari scabies, seperti menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur, menjemur kasur, bantal dan seprei secara teratur serta menjaga lingkungan di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari yang cukup, tidak lembab, dan selalu dalam keadaan bersih serta tidak bertukar pakaian, handuk atau alat mandi lainnya dengan orang lain.

Bagi anda yang sudah terinfeksi, hindari menggaruk daerah yang gatal, karena akan memperparah dan bisa menyebar ke area kulit yang lainnya. Disarankan untuk sering mencuci tangan, mandi dengan air hangat, jika gatal pada sela jari kaki atau tangan, disarankan untuk merendam dengan air hangat dua kali sehari. Pakaian yang telah dipakai hendaknya disimpan pada kresek atau sejenisnya, untuk mencegah penularan terhadap orang lain. Mengingat scabies merupakan salah satu penyakit yang menular, menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah awal untuk terbebas dari scabies. Mari budayakan hidup bersih dan sehat! (***)

Baca Juga :
Organda Bali Dukung Pemerintah Konversi BBM Gas