Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menyambangi lokasi , Jumat (5/11).
Jembrana (Metrobali.com)-
Hujan deras kemarin malam mengakibatkan beberapa titik wilayah di Desa Yehembang Kangin terendam banjir. Sebanyak 32 rumah terendam banjir, parahnya 1 jembatan gantung yang ada di Banjar Nusamara satu-satunya akses ke Banjar Dauh Tukad Nusamara terputus, sebanyak 19 KK terisolir.
Kejadian tersebut langsung direspon Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menyambangi lokasi , Jumat (5/11).
Bantuan juga diberikan kepada  warga dilokasi kejadian berupa  bantuan sembako.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, dengan adanya kejadian jembatan gantung putus akibat banjir besar yang menyebabkan 19 warga terisolir. Untuk mengatasi hal itu agar warga bisa keluar masuk dari banjar yang terisolir kedepan rencananya akan dibangun jembatan sementara.
“Nanti kita bangun segera jembatan sementara, kita lihat spek pengerjaan dulu dan besi yang lama masih bisa dimanfaatkan juga ini masih bagus. Kita melihat kenyataan dilapangan ternyata yang menyebabkan jembatan terputus dikarenakan pondasi cakar ayam yang ada di utara sungai tidak kuat sangat rapuh. Ini pengalaman, kedepan kita bangun yang lebih kuat lagi. Kita bangun segera,” terangnya.
Bupati Tamba menambahkan, agar masyarakat bisa bertahan pihaknya memberikan bantuan sembako, anggota BPBD akan menyebrang dengan boat untuk membawa bantuan sembako ke tempat warga yang terisolir. “Saya himbau kepada masyarakat disini dikarenakan musim hujan beberapa hari ini turun dengan tiba-tiba agar selalu waspada setiap saat,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga berharap kepada teman-teman dari pengusaha atau warga masyarakat Jembrana yang lebih mampu ikut membantu memberi sembako kepada 19 warga yang terisolir tidak bisa keluar dari wilayahnya, agar mereka bisa bertahan sebelum dibangunnya kembali jembatan sementara.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, kejadian putusnya jembatan gantung di banjar Nusamara mengakibatkan 19 warga Banjar Dauh Tukad terisolir. “Hari ini kita bantu dengan paket sembako biar mereka bisa makan dulu dan untuk langkah selanjutnya nanti bapak bupati apakah dibangun jembatan darurat dulu atau dibangun jembatan permanen,” ucapnya. (Humas Pemkab Jembrana)
Baca Juga :
Bupati Suwirta Berharap Made Anggun Esa Putri Tampil Terbaik pada Lomba Bertutur SD Tingkat Nasional 2021