Denpasar, (Metrobali.com)

 

Untuk mengurangi  masalah sampah di wilayah Panjer , Bank Sampah Dharma Laksana Kelurahan Panjer melakukan  aktivitas setiap hari Minggu melayani  penukaran sampah yang telah dipilah masyarakat.  Hal ini disampaikan Lurah Panjer I Putu Budi Ari Wibawa saat di hubungi, Minggu (8/5).

 

Lebih lanjut Budi Ari mengatakan  aktivitas Bank Sampah di mulai dari pukul 08.00- 10.00 wita di Balai Banjar Kaja. Menurutnya Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan di tingkat Banjar maupun  Kelurahan untuk mengatasi permasalahan sampah di

Wilayah Panjer.  “Dengan adanya Bank Sampah setidaknya ada solusi yang dapat kami tawarkan terkait sampah an organik yang sudah dipilah di sumbernya,” kata Ari Budi.

Ia menjelaskan Bank Sampah Dharma Laksana dibentuk tahun 2016 atas inisiasi dari ST Dharma Laksana Br. Kaja Kelurahan Panjer.

Namun sempat terhenti di Tahun 2019-2021 vakum akibat pembangunan di area Balai Banjar dan pandemi covid-19. Tahun 2022 pihak Kelurahan Panjer mengundang ST Dharma Laksana untuk mengoperasikan kembali sebagai bentuk respon terhadap Peraturan Gubernur Bali No. 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peraturan  Peraturan Walikota Denpasar No. 45 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Reuse, Reduce, dan Recycle melalui Bank Sampah. Sekarang aktivitasnya dilakukan  setiap Hari Minggu.

 

Untuk mensosialisasikan kegiatan bank sampah  ia menggunakan  media sosial yang ada di kelurahan Panjer dan sosialisasi ke banjar-banjar dan menyampaikan saat rapat PKK Kelurahan dan acara formal lainnya.

 

Setiap kegiatan Bank Sampah Dharma Laksana bisa mengumpulkan 70-75 kg per kegiatan. Untuk sistemnya dilakukan dengan pencatatan sampah yang dibawa yang ditukarkan berupa saldo, dan nantinya menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat ditukarkan dengan nominal uang sejumlah yang ada dalam tabungannya.

Baca Juga :
KETUA SUBAK EBET-EBETAN DITUNTUT 1,5 TAHUN

 

Untuk kedepan  pihaknya  akan membentuk bank sampah lain agar dapat menjangkau masyarakat panjer secara luas.  Dengan adanya Bank Sampah Dharma Laksana Budi Ari  mengharapkan dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di Kelurahan Panjer untuk melakukan pemilahan sampah di sumbernya baik itu rumah tangga, tempat usaha, tempat ibadah, dan tempat lainnya yang memang secara rutin menghasilkan sampah. (Ayu/humas)