Foto: Guest Lecture yang dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Senat Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman Denpasar dan secara online via Webex. 

Denpasar (Metrobali.com)-

Prodi Sarjana Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana pada hari Rabu, 14 September 2022 mengadakan Guest Lecture dengan tema Coastal hazards and adaptation in South Asia (Bangladesh), West Africa (Ghana), and Southeast Asia (Indonesia) yang dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Senat Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman Denpasar dan secara online via Webex.  Kegiatan guest lecture ini diselenggarakan dalam rangkaian perayaan HUT Fakultas Pertanian ke 55 dan BKFP ke 44.

Acara guest lecture ini menghadirkan Narasumber Prof. Boris Braun dan Konstantin Gisevius, M.Sc., dari Institute of Geography, University of Cologne, Germany.  Prof. Boris Braun membawakan materi tentang coastal hazards and adaptation in South Asia (Bangladesh) and West Africa (Ghana), sedangkan Konstantin Gisevius, M.Sc membawakan materi tentang Coastal hazard adaptation and trans-local social capital in Indonesia.

Acara guest lecture yang dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Sistem Informasi Geografis, Putu Perdana Kusuma Wiguna, M.Sc ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Ibu Dr. Ni Luh Kartini, MP, dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Pertanian Unud.  Kedua narasumber menjelaskan bagaimana perbedaan adaptasi masyarakat di Ghana, Bangladesh dan Indonesia terhadap bahaya bencana pesisir khususnya kenaikan muka air laut yang diakibatkan oleh perubahan iklim. “Penduduk di Ghana cenderung bermigrasi ke negara tetangga terdekat untuk menghindari kenaikan muka air laut di kawasan pesisir di negaranya, sedangkan penduduk Bangladesh bermigrasi secara sementara ke Kota ataupun ke Negara lain kemudian kembali untuk membawa pengetahuan baru untuk beradaptasi terhadap kenaikan muka airlaut”, demikian sedikit penjelasan dari Profesor Boris Braun. Sedangkan penduduk Indonesia, khususnya Semarang, memilih bertahan di rumahnya ketika terjadi banjir rob ataupun kenaikan muka air laut dengan berbagai alasan” tutur Konstantin, mahasiswa S3 yang juga melakukan penelitian di kawasan pesisir Kota Denpasar ini.

Baca Juga :
Paguyuban Nelayan se-Bali Dukung Polda Bali Wujudkan Pemilu Aman

Acara guest lecture ini sangat diminati oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana, ditandai dengan membludaknya mahasiswa yang hadir secara langsung di Ruang Rapat Senat fakultas Pertanian. Peserta guest lecture yang dimulai pukul 1 siang ini, tidak bergeming hingga selesainya sesi diskusi dan tanya jawab pada pukul 3 sore. (rls)

Sumber: https://www.unud.ac.id