Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wabah Lalat Serang Pemukiman Warga Samblong, Sangkaragung

Metro Bali
single-image

 

Warga Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana menunjukan serbuan lalat di rumahnya

Warga Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana menunjukan serbuan lalat di rumahnya.

Jembrana (Metrobali.com)-

Warga di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana sejak sepekan belakangan resah akan wabah lalat. Warga menduga lalat-lalat tersebut dipicu sejak keberadaan kandang di lingkungan tersebut.

“Seusai panen lalat ada dimana-mana. Warga disini resah. Kalau malam kami sampai tidak bisa tidur nyaman karena lalatnya seperti laron” terang Made Susana, salah seorang warga Samblong, Minggu (5/2).

Menurutnya sejak lalat muncul pihaknya sudah melaporkan kepada pihak kelurahan namun belum mendapat tanggapan. Keberadaan lalat bukan saja penuhi dapur juga kamar tidur dan ruang tamu.

“Sudah banyak yang kami tangkap dengan perangkat lem. Tumpukan sudah kami bakar” ujarnya.

Senada dengan Susana, warga lainya berharap pihak kelurahan segera turun tangan mengatasi serbuan lalat tersebut. Pihak pemilik atau pengelola kandang juga diberikan pembinaan danĀ  peringatan karena dikhawatir wabah lalat itu akan menyebabkan penyakit. Apalagi di lingkungannya banyak warga memiliki anak kecil dan balita.

“Saya sampai susah makan kalau melihat lalat” ujar Ni Wayan Serni, warga lainnya.

Lurah Sangkaragung Nyoman Gede Suardana didampingi Kaling Samblong, Ketut Sujana, Minggu (5/2) membenarkan adanya laporan dan protes dari warganya tersebut, dan pihaknya sudah menjajagi kandang ayam yang ada di wilayah Lingkungan Samblong tetsebut.

“Di Lingkungan Samblong ada 4 kandang. Baru satu yang habis panen. Wabah lalat memang kerap jadi masalah di wilayah kami” kata Sujana.

Menurutnya, jika hanya satu kandang yang panen, lalat menyerbu paling hanya seminggu. Namun jika semua kandang panen berturut-turut, serbuan lalat bisa berbulan-bulan.

“Kami sudah menindaklanjuti dan memfasilitasi bahkan sampai mengundang Dinas Peternakan untuk memberikan solusi tapi masih saja terjadi” jelasnya.

Baca Juga :
Kurang Perhatian, Tempat Sampah Dibiarkan Rusak

Sementara itu, pengelola salah satu kandang ayam yang diprotes warga di Lingkungan Samblong, Komang Andi Sugara mengatakan kalau pihaknya baru saja panen 4000 ekor ayam.

“Saya sudah berusaha mengatasi, tapi tetap saja ada lalat. Di tempat saya juga banyak ada lalat” ujarnya. MT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.