Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sisa Pembayaran Belum Terbayarkan, Pemkab Belum Tarik Finalty

Metro Bali
single-image

Karangasem (Metrobali.com) –

Pengenaan finalty atas keterlambatan rekanan menggarap proyek pembangunan Pasar Amlapura Timur dan Gedung Kesenian hingga saat ini belum bisa ditarik. Pasalnya hingga saat ini pemerintah Kabupaten Karangasem baru membayar 60 persen pengerjaan kepada rekanan. Demikian dikatakan Kabag Ekonomi Setda Karangasem I Nengah Mindra saat ditemui di ruang kerjanya ,pada Rabu (11/07).

 Menurutnya, Pembangunan  proyek tersebut telah selesai dikerjakan, akan tetapi karena saat ini akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua yang masih dalam proses tender,pihaknya belum merelokasi pedagang ke pasar Amlapura timur. Pihaknya pun berjanji,awal tahun 2014 nanti,semua pedagang akan menempati gedung baru ini.

 ” Untuk Pembangunan tahap pertama sudah selesai,kini tinggal menunggu proses selesainya pembangunan tahap kedua yang saat ini dalam proses tender,yakni pembangunan Drainase dan Kios tambahan serta penyempurnaan bangunan lainya  dengan anggaran Rp 5 miliar,”Ujar Mindra.

 Terkait dengan pengenaan finalty kepada rekanan PT. Pembangunan Perumahan yang mengerjakan pembangunan tahap pertama ini,pihaknya sudah melakukan proses penandatanganan dengan rekanan,hanya saja berapa besar pengenaan finalty itu masih menunggu pembayaran dari pemkab klir 100 persen.

 ” Sekarang ini masih menjadi tanggungjawab rekanan karena masih ada tahap pemeliharaan selama enam bulan. Untuk finalty sendiri belum masuk ke kas daerah karena pemkab sendiri baru membayar 60 persen pengerjaan kepada rekanan,”Ujar Mindra.

 Untuk gedung yang baru nanti, pihaknya juga akan memprioritaskan pedagang lama untuk mendapatkan kios. Akan tetapi tentunya dengan harga sewa baru,karena kontrak sewa yang lama sudah habis. Terkait dengan besaran sewa kios,pihaknya juga akan menggandeng aprisal independen untuk menghitung nilai kios supaya tidak terkesan pemkab mencari keuntungan dari harga sewa kios tersebut.

 ” Seberapa  layaknya kios tersebut disewakan kepada pedagang nanti biar lembaga independen yang menentukan,tentunya tetap melibatkan para perwakilan pedagang,dengan harapan tidak kemahalan,”Ujarnya lagi seraya berjanji akan melakukan pendataan pedagang yang selama ini berdagang  di pinggir jalan akan didata dan dimasukan ke los di lantai. RED-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Jaya Negara Pimpin Peninjauan  Proyek Fisik di Denpasar :    Dorong Terciptanya Pembangunan Yang Tepat Waktu dan Tepat Mutu

Leave a Comment

Your email address will not be published.