Perkuat Koordinasi dan Pelayanan SPGDT, PMI gelar Lokakarya bersama Pemangku Kepentingan Kunci

single-image

Lokakarya Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Pelayanan Pertolongan Pertama (PP) Palang Merah Indonesia telah dikenal baik oleh masyarakat umum karena sifatnya kesukarelaan dan tidak membeda-bedakan korban yang ditolong.  Pertolingan Pertama menjadi bagian penting dalam respon awal situasi darurat baik dalam penanganan korban bencana alam, konflik maupun kedaruratan lainnya. Selain Pertolongan Pertama, PMI juga memiliki pelayanan Ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan Pra Rumah Sakit yang bertujuan untuk menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan. Namun, dalam kondisi bencana, konflik atau kedaruratan yang menyebabkan korban banyak, tentu perlu juga dipersiapkan Rumah Sakit baik rujukan maupun Rumah Sakit di sekitar kejadian.

Saat ini resiko kecelakaan/kedaruratan, bencana semakin meningkat terutama di Kota besar. Tidak hanya Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadi yang diaktifkan, termasuk juga kesiapan personil di lapangan. Oleh karena itu PMI didukung oleh ICRC (Komite Internasional Palang Merah) menggelar lokakarya Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu yang dilaksanakan pada tanggal 2 April 2018 bertempat di Hotel Oranjje –Denpasar. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pengurus Pusat Bidang Kesehatan, Rumah Sakit dan Sosial Bapak dr. Farid Husain.

Kegiatan dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber antara lain dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, RSUP Sanglah, Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Kesbangpol Provinsi Bali, Basarnas, BPBD (Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar) dan PMI Provinsi Bali yang masing-masing mempresentasikan bagaimana SPGDT dilaksanakan oleh masing-masing lembaga/istansi tersebut. Sedangkan kegiatan lokakarya ini diikuti sekitar 30 (tiga puluh) orang dari perwakilan pemangku kepentingan kunci dalam pelayanan kesehatan di wilayah Bali serta perwakilan dari PMI Pusat, RS PMI Bogor dan ICRC.

Baca Juga :
Bantu Warga terdampak Covid 19, Pemkab Jembrana Siapkan Cadangan Beras 100 Ton

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Bapak dr. Ketut Suarjaya, MPPM   dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam kaitan koordinasi dan komunikasi di lapangan, keberadaan PMI patut di acungi jempol. “Bahkan sampai saat inipun dalam kaitan Respon Erupsi Gunung Agung, PMI masih ada di lapangan” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Bapak Kombes dr. Agung W, Sp.F menyampaikan bahwa sistem yang terbangun di Bali sudah sangat bagus dan terbangun dengan baik, seperti pada Erupsi Gunung Agung dimana masyarakat taat terhadap himbauan yang ada, dan ini bisa menjadi model yang sangat baik.

Sedangkan Ketua Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan, Rumah Sakit dan Sosial Bapak dr. Farid Husain menyampaikan agar melalui kegiatan ini, untuk selanjutnya dapat memperkuat koordinasi dan kerjasama antara PMI dan pemangku kepentingan kunci terkait pelayanan kesehatan pra rumah sakitterutama saat  bencana, krisis dan kedaruratan lainnya yang dilanjutkan dengan membuka secara resmi kegiatan Lokakarya Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Editor  : Hana Sutiawati

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd