Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia : Gubernur Ajak Masyarakat Merubah ”Trash” Jadi ”Cash”

Metro Bali
single-image

Karangasem (Metrobali.com)-
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak segenap masyarakat bersama-sama memikirkan cara pengelolaan lingkungan yang bisa  berdampak terhadap pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. “Mari kita semua memikirkan bagaimana memberdayakan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraannya. Bagaimana mengubah sampah menjadi uang atau dengan slogan ”from trash to cash”,  yaitu memanfaatkan sampah yang kotor agar bisa menjadi sumber penghasilan”.
Demikian dikatakan Gubernur pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tingkat Provinsi Bali Tahun 2012 diselenggarakan di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pada Sabtu (23/6). Gubernur memberi contoh salah satunya dengan terbentuknya bank
sampah di beberapa daerah, di mana  masyarakat bisa menabung sampah yang nantinya dihargakan dengan uang.

Pada kesempatan itu Gubernur Pastika juga membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Peringatan yang mengambil tema lokal “Bali Clean and Green, Sudahkah anda berpartisipasi?” . Dikatakan dalam sambutan tersebut agar semua elemen masyarakat melakukan upaya global, dengan berbuat sesuai proporsi masing-masing, misalnya bersepeda sebagai moda transport alternatif,
menanam pohon yang tentunya diiringi dengan pemeliharaannya, pembuatan biopori untuk menambah cadangan air tanah, memilah sampah dan hemat energi.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tahun 2012 ini juga diisi dengan pelepasan burung oleh Gubernur Bali dan Ibu Ayu Pastika serta Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, SH, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lokasi acara. Selanjutnya, Gubernur Bali menyempatkan diri melakukan sidak  ke lokasi Unit Pengolahan Sampah Terpadu yang terletak di Br. Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, guna melihat secara langsung proses pengolahan sampah dan pemanfaatan hasil produksinya. Unit Pengolahan Sampah Terpadu ini, belum mampu menyediakan hasil produksi untuk dijual, tetapi sementara ini pemanfaatannya diarahkan ke arel Pura Besakih.

Baca Juga :
DPP PAN tunggu penuding partai intoleran minta maaf

Acara peringatan tersebut juga dihadiri oleh  Anggota DPRD Provinsi Bali dan perwakilan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Ketua WHDI Provinsi Bali, Ny. Bintang Puspayoga, Ketua MUDP Provinsi Bali serta para Kepala SKPD di lingkungan Provinsi Bali , LSM, pelaku usaha, siswa dan mahasiswa serta masyarakat lainnya. IKA-MB

Bagikan :
1 Comment
  1. Avatar
    gede adi 7 years ago
    Reply

    hmmm…. mantap…!!!

Leave a Comment

Your email address will not be published.