Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengamat : banyak orang numpang tenar di kasus Engeline

Metro Bali
single-image

angeline  2

Jakarta (Metrobali.com)-

Pemerhati perempuan dan anak Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan kasus Engeline terlalu dipolitisasi dan banyak ingin mencari tenar melalui kasus tersebut.

“Sebagai pemerhati saya prihatin dengan kasus Engeline karena terlalu dipolitisir dan ada pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari masalah anak tersebut,” ujar Giwo di Jakarta, Sabtu (4/7).

Di negara lain, sambung Giwo, pelaku kekerasan yang sampai menghilangkan nyawa anak tersebut terancam hukuman mati. Akan tetapi yang terjadi sebaliknya pada kasus Engeline masih terjadi tarik ulur.

“Ini ada kasus kekerasan pada anak, korbannya meninggal, seharusnya jangan dipolitisir. Kekerasan pada anak memiliki kekuatan hukum yang kuat,” tambah dia.

Selain itu, dia juga kasus tersebut juga merambah ke berbagai persoalan seperti proses adopsi yang hanya dilakukan di depan akta notaris.

“Saya melihat masyarakat mulai jenuh melihat perkembangan kasus ini. Seharusnya kita harus fokus pada kasus kekerasan pada anak, jangan sampai meluas,” jelas dia.

“Kasus Engeline mengajarkan kita banyak hal. Terutama mengenai peran guru dalam perlindungan anak. Jika ada murid yang ke sekolah kumal, tidak terurus maka guru harus memberi perhatian lebih, bahkan kalau perlu harus mendatangi orang tuanya,” kata Giwo. AN-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Polres Mendoyo Amankan Pelaku Narkoba

Leave a Comment

Your email address will not be published.