Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung, Bahas “Pangaskaran Ritatkala Pengabenan”

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri acara Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung, membahas “Pangaskaran Ritatkala Pengabenan”, Minggu (9/6) di Puri Agung Mengwi/MB

Mangupura, (Metrobali.com) –

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri acara Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung, membahas “Pangaskaran Ritatkala Pengabenan”, Minggu (9/6) di Puri Agung Mengwi. Selain Bupati, acara yang dihadiri para Sulinggih ini, juga dihadiri Penglingsir Puri Ageng Mengwi, A A Gde Agung, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta serta Camat Mengwi IGN Jaya Saputra serta Angga Puri.

Narasumber dalam acara ini diantaranya; Ida Pedanda Gede Putra Yoga Gria Tegeh, Tunjuk Tabanan, dan Ida Pedanda Gede Wayahan Bun, Gria Sanur, Pejeng, Gianyar. Penyaji/Pemakalah, Ida Pedanda Gede Giri Dwija Guna, Gria Giri Sari Uma Ngenjung, Angantaka, Badung, dan Ida Pedanda Pedanda Gede Sakti Telabah, Gria Telabah, Kerobokan Badung. Moderator, Ida Pedanda Gede Wayahan Keniten, Gria Tengah, Semara Pura, Klungkung dan Perumus Ida Pedanda Gede Tajung, Gria Bukit, Bangli. Peserta diikuti oleh 21 Sulinggih yang berada di seluruh Bali, Bendesa Adat se-Kecamatan Mengwi Mangu Kerta Mandala.

Ketua Panitia Ida Bagus Purba Negara menyampaikan, kegiatan Paguneman Dharma Ghosana Dharmopadesa mengenai Pangaskaran Ritatkala Pengabenan Alit, memang sudah menjadi tugas dan kewajian serta swadarma dari Dharmopadesa dalam menjalankan dharmaning agama, dalam hal ini untuk kembali memberikan tambahan pengetahuan maupun pemahaman mengenai proses pelaksanaan ajaran agama, salah satunya pengaskaran dalam pengabenan alit. “Kita ketahui di Kabupaten Badung melalui Dinas kebudayaan sudah mensosialisasikan mengenai tahapan-tahapan yang berasal dari sastra terkait dengan pengabenan alit. Mekipun begitu kami dari Dharmopadesa ingin menegaskan kembali mengenai hal tersebut,” jelasnya. Hasil dari kegiatan ini akan dirangkum dalam sebuah buku sehingga dapat disosialisasikan kepada krama sebagai dasar dalam melaksanakan ajaran agama,” imbuhnya.

Baca Juga :
Ny Putri Koster Dorong Digitalisasi Pemasaran Hasil Kerajinan 

Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi setulus-tulusnya kegiatan peguneman para Sulinggih yang difasilitasi Penglingsir Puri Ageng Mengwi. Menurutnya, kegiatan ini sangat mulia dan diharapkan hasil dari rapat Sulinggih ini dapat dibukukan, yang nantinya dapat disahkan serta dilakukan oleh seluruh umat khususnya di Kabupaten Badung.

Penglingsir Puri Ageng Mengwi A. A. Gde Agung juga sangat mengapresiasi dari Dharma Ghosana Dharmopadesa Kabupaten Badung yang mengikutsertakan Sulinggih seluruh Bali dengan membahas secara umum kaitannya dengan Pitra Yadnya khususnya berkaitan dengan pengaskaran. Hal ini sangat penting untuk dipedomani oleh masyarakat. “Hasilnya ini nanti dibukukan terus disebarkan kepada masyarakat, itu merupakan satu pedoman nanti terutama bagi krama yang melaksanakan pengabenan yang paling kecil untuk meringankan mereka,” terangnya.

Penglingsir Ghosana Kabupaten Badung menyampaikan, dalam panca yadnya, salah satunya ada pitra yadnya yaitu ngaben. Dalam hal upacara ngaben, banyak masyarakat yang nunas kepada Sulinggih agar dapat melaksanakan ngaben dengan biaya yang sedikit yang disebut ngaben alit. Mengenai ngaben alit ini sudah dari dulu sudah ada petunjuk mengenai ngeben alit yang dibuatkan oleh Kabupaten Badung, namun didalamnya belum mencukupi  mengenai pengaskaran. Bupati Badung juga mengeluarkan buku Krama Ngaben Alit,  juga belum berisi pengaskaran. Namun usaha dan inisiatif dari Bupati Badung ini patut diberi apresiasi.

Tujuan peguneman ini agar dapat melahirkan sebuah petunjuk dari upacara pitra yadnya atau ngaben alit yang selesai (puput) di setra. Untuk itu sangat penting para Sulinggih yang hadir membuat rumusan secara riil, tatwa, susila dan upakara ngaben alit. Dari rumusan dan pemikiran para sulinggih ini nantinya akan dijadikan topik utama pembahasan dalam rapat selanjutnya pada wuku bala yang akan datang. “Kami harapkan para Sulinggih dan Walaka untuk mengeluarkan pemikiran dalam peguneman ini. Semoga peguneman ini labda karya, sidaning don,” harapnya.

Baca Juga :
Presiden Tinjau UN SMA Jakarta

Sumber: Humas Pemkab Badung

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.