Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

New Normal Cegah Kebangkrutan Negara, Togar Situmorang: Tak Mungkin “Sembunyi” di Rumah Tanpa Kepastian

Metro Bali
single-image

Foto: Advokat kondang yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang,S.H., M.H., M.A.P.

Denpasar (Metrobali.com)-

New Normal kembali digaungkan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan Covid-19. Pemerintah telah menginstruksikan agar fase kenormalan baru ini dapat dipersiapkan dengan baik.

“New Normal merupakan hal yang baik untuk masyarakat Indonesia. Dimana ini adalah titik awal yang baru setelah bangsa kita dilanda wabah virus Corona,” ungkap advokat kondang yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P.,Kamis (28/5/2020).

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini menilai positif mengenai adanya New Normal ini. Karena akibat pandemi ini, masyarakat dunia dipaksa tinggal di rumah, bekerja, sekolah, hingga beribadah juga harus dilakukan di rumah.

Namun menurut advokat yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar ini sebelum kita memulai kehidupan New Normal, sosialisasi tentang New Normal itu harus digalakkan.

Yakni dimana dibuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelum pandemi itu harus diinstruksikan dapat dilakukan secara besar-besaran dan semua protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan.

“New Normal harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya,” kata advokat yang terdaftar di dalam penghargaan 100 Advokat Hebat versi majalah Property&Bank dan penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Advokat yang juga Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur ini menambahkan New Normal merupakan tahapan baru setelah kebijakan Stay at Home atau Work From Home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah corona.

Baca Juga :
Gempa 4,8 SR guncang Halmahera Barat

New Normal utamanya juga meminta kepada masyarakat agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas diluar rumah tetap memperhatikan protokol kesehatan sebelum memasuki pola hidup normal yang baru di tengah pandemi ini.

New Normal diberlakukan karena tidak mungkin masyarakat terus bersembunyi di rumah tanpa kepastian. Tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian yang menyebabkan kebangkrutan total, PHK massal dan kekacauan sosial.

“Karena kebutuhan ekonomi terus menuntut kehidupan masyarakat,” tegas advokat dermawan yang belum lama ini menggelar bakti sosial membagikan sembako dan masker di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung, serta juga memberikan bantuan 100 paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Agar New Normal bisa berjalan baik maka pemerintah harus melakukan upaya yang sistematis, terkordinasi dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik. Karena New Normal ditujukan agar negara tetap menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi.

Harap diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerimaan devisa dari perdagangan dan penerimaan dalam hubungan billateral negara lain. Jika New Normal tidak dilakukan maka dampak sosial ekonomi tidak bisa tertahankan.

“Kebangkrutan korporasi selanjutnya ekonomi akan membawa efek dominan kebangkrutan negara,” kata advokat yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satafactory Performance Of The Year ini.

Untuk memastikan New Normal bisa berjalan baik, kata Togar Situmorang, perlu adanya pengawasan publik dan law enforcement termasuk di dalamnya juga memperbesar kapasitas sektor kesehatan kita untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19.

Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang masif, tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis, melindungi mereka yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran dan perlindungan kesehatan.

Baca Juga :
Bamsoet Calon Kuat Ketum Golkar Mendatang

Selebihnya, imbuh Togar Situmorang, terserah kita apa mau berpartisipasi dalam New Normal atau tidak, mau melindungi diri atau tidak. Berhentilah menjadi provokator dan menyebarkan energi negatif yang tidak bermanfaat bagi siapapun serta berpotensi menimbulkan kecemasan publik.

“Jika Anda cemas, lindungilah diri Anda dan keluarga sebab itulah satu-satunya cara. Berdoa selalu dan disiplin selalu hidup bersih juga makan-makanan sehat serta rajin berolahraga. Semoga Tuhan YESUS beserta kita selalu,” ajak Togar Situmorang.

“Mari kita bersiap menyambut New Normal. Tetap disiplin ikuti protokol kesehatan Covid-19, jangan bandel,” tutup Togar Situmorang, Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm TOGAR SITUMORANG, Jl. Tukad Citarum No. 5 A Renon ( pusat ) dan cabang Denpasar, Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Kesiman Denpasar, Cabang Jakarta terletak di Gedung Piccadilly Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.