Cuaca Buruk, Sehari Tiga Sampan Nelayan Dihantam Ombak

Metro Bali
single-image

Fatayani di depan perahunya yang rusak

Jembrana (Metrobali.com)-

Tiga buah sampan milik Munawar (48), Fatayani (30) dan Asriadi (40) nelayan tradisional asal Banjar Tengah Desa Air Kuning Kecamatan Jembrana Senin (14/7) terbalik setelah diterjang ombak. Akibatnya dua sampan mengalami rusak parah dan satu sampan hancur. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditafsir hingga puluhan juta rupiah.

Munawar (48) ditemui di rumahnya Selasa (15/7) mengaku berangkat melaut bersama Sulaiman (45) pada Selasa (15/7) 03.00 dini hari. Namuan setengah jam kemudian cuaca tiba-tiba berubah buruk disertai gelombang tinggi dan langsung menghantam jukung hingga terbalik. Akibatnya sampan rusak dibagian belakang tempat mesin. “Mesin dan peralatan mancing semua hilang. Tapi beruntung saya dan teman saya (Sulaiman) selamat setelah berpegangan pada katir sampan” ujar Munawar.

Menurutnya ia dan temannya Sulaiman itu terdampar di pantai Air Kuning sekitar pukul 06.00. Namun sebelumnya mereka sempat terombang-ambing gelombang dengan ketinggian sekitar tiga meter selama tiga jam.

Hal sama juga dialami Fatayani (30). Menurutnya ia berangkat mancing bersama sauadaranya Misahadi (42), sekitar pukul 13.00. Namun saat kembali pulang sekitar pukul 15.00, tiba-tiba gelombang setinggi sekitar tiga meter lebih menghantam sampannya hingga terbalik. Akibatnya sampan miliknya hancur dibagian belakang dan ikan hasil tangkapan hilang ditelan ombak.

Munawar dan Sulaiman disamping sampannya yg rusak

Sementara ia dan sauadaranya Misahadi selamat setelah berenang melawan ganasnya ombak untuk sampai di darat. “Saya tahu, cuaca memang sering berubah-ubah, tapi kalau tidak melaut, saya dan keluarga mau makan apa. Apalagi hari raya sudah dekat” terang Fatayani didampingi sauadaranya Misahadi.

Kejadian terparah dialami nelayan tradisional Asriadi (40) dan ponakannya Hadianto (30). Jukung Bintang Nirwana milik Alisan (60) yang dipakai Asriadi melaut hancur berantakan setelah dihantam ombak. Sebenarnya mereka hendak pulang, namun tiba-tiba cuaca berubah buruk disertai gelombang tinggi.

Dari penuturan Alisan, pemilik jukung, kedua nelayan itu diselamatkan oleh warga dalam kondisi pinsan. Sebelumnya keduanya sempat diombang-ambingkan ombak besar dan terseret disawangan (puteran air laut). “Kejadiannya sekitar pukul 12.00. Sebenarnya waktu itu mereka mau pulang. Hasil tangkapan dan peralatan mancing semua hilang” terang Alisan.

Perbekel Air Kuning Samanhuri saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab Jembrana. Pihaknya juga menghimbau untuk tidak melaut demi keselamatan. Pasalnya sepekan ini cuaca sering berubah-ubah.

Pihaknya juga memohon perhatian dan bantuan dari Pemkab Jembrana terhadap warganya yang mengalami musibah. “Mudaha-mudahan bantuan segera turun, apalagi mereka telah merugi hingga puluhan juta. Satu sampan saja nilainya bisa Rp.10 juta, belum termasuk mesin dan peralatan mancing lainnya” pungkasnya. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Gibran tetap blusukan sambil menunggu rekomendasi DPP PDIP

Leave a Comment

Your email address will not be published.