Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Artha-Kembang Ajak Perangkat Desa Ikut Sosialisasikan Program Unggulan

Metro Bali
single-image

Artha sosialisasikan program unggulan Pemkab Jembrana

Jembrana (Metrobali.com)-

Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengajak seluruh perangkat desa untuk ikut mensosialisasikan program unggulan Pemkab Jembrana. Pasalnya hingga sekarang masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program unggulan yang dimiliki Pekab Jembrana.

Ajakan tersebut disampaikan Artha bersama Kembang, saat bertatap muka dengan sejumlah perangkat desa dan warga sekecamatan Mendoyo di Gedung Serba Guna Desa Penyaringan, Kamis (19/6).

Wakil Bupati Jermbrana I Made Kembang Hartawan mengatakan tanpa peran dan keikutsertaan perangkat desa, sosialisasi program unggulan Pemkab Jembrana seperti bedah rumah, gempita (bantuan ternak kambing), pepadu (bantuan sapi koloni) diyakini bakal sulit diketahui oleh masyarakat. “Kalau tidak disosialisasikan oleh aparat desa, saya yakin masyarakat tidak akan tahu. Padahal potensi perternakan di Jembrana sangat bagus” ujar Kembang.

Selain memaparkan berbagai sejumlah program unggulan yang sudah berjalan, Kembang juga memaparkan pembangunan jalan alternatif lingkar utara. Dengan harapan jalan hotmik tersebut nantinya dapat memecah kepadatan di jalur Denpasar-Gilimanuk. “Nanti kita bangun dari Kecamatan Melaya hingga Kecamatan Pekutatan, termasuk jembatan penghubungnya. Sehingga aktifitas perekonomian bisa lebih lancar” tandas Kembang.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengajak para perangkat desa untuk ikut serta membantu pemerintah dalam pencapaian penilaian keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (DTP). Pasalnya selama ini baru bisa mencapai opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Menurut Artha, salah satu faktor penyebab penghambat adalah pertanggungjawaban penerima dana hibah dari pemerintah. “Yang belum, saya harap segera membuat pertanggungjawaban. Aparat desa dan kelurahan juga tidak boleh tinggal diam, tapi segera melakukan jemput bola, sehingga semua menjadi selesai” ujar Artha.

Mengantisipasi terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, Artha juga meminta agar aparat desa dan kelurahan rajin melakukan pendataan warga pendatang di wilayah masing-masing. Pasalnya pihaknya tidak ingin kejadian di Gilimanuk (kasus pedofilia) terulang di tempat lain. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Maknai Peringatan Hari Buruh Internasional 2016 : Wawali Jaya Negara Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat

Leave a Comment

Your email address will not be published.