Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

8 Formatur Tolak Demer Jadi Pengurus DPP Partai Golkar

Metro Bali
single-image

8 Formatur Tolak Demer Jadi Pengurus DPP Partai Golkar

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota DPR RI dari Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih batal jadi pengurus DPP Partai Golkar periode 2014-2019. 8 formatur menolak pria yang disapa Demer ini lantaran Demer dianggap indisipliner.

Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta menyatakan, dirinya sudah memperjuangkan Sumarjaya Linggih namun tidak berhasil, dalam anggota formatur Partai Golkar dalam Munas lalu ada 9 orang, dan 8 orang yang tidak menyetujui Sumarjaya masuk kedalam pengurus DPP partai Golkar.

“Saya sudah mempersentasikan beliau, tapi ada 8 anggota formatur lainnya yang tidak sepekat beliau masuk kedalam kepengurusan bapak Abu Rizal Bakrie. Saya juga tidak bisa apa-apa lagi ketika beliau ditolak, karena saya juga  mewakili daerah lainnya,” ujar Sudikerta, di Denpasar, Jumat (5/12).

Demer dianggap indisipliner oleh pusat, imbuhnya untuk lebih rincinya indisipliner seperti apa Sudikerta mengatakan tidak tahu menahu karena itu merupakan keputusan pusat.

“Disana ada 8 formatur yang menolak beliau, saya sudah perjuangkan tapi saya tidak bisa apa. Yang saya ajukan masuk menjadi pengurus ada 6 orang, dan yang diterima menjadi pengurus hanya tiga orang yaitu I Gusti Putu Wijaya, I Wayan Gredeg,  dan Agung Bagus Adi Mahendra,”ungkapnya.

Sudikerta meminta dan berpesan kepada kader  partai golkar lainnya yang tidak masuk kedalam kepengurusan DPP harus lebih mengevaluasi diri lagi.

“Saya akan bertemu dengan mereka, apa yang menjadikan  mereka seperti itu, kenapa tidak bisa diterima oleh tim formatur. Hingga saat ini juga saya bertanya-tanya kenapa kader-kader yang saya ajukan tidak  naik,” pungkas dia.SIA-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Compared - Plans Of speedypaper reviewingwriting

Leave a Comment

Your email address will not be published.