Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa Buka Lomba Mancing ST Widya Dharma, Banjar Penyaringan, Sanur Kauh pada Minggu (22/5) 
Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai
Denpasar, (Metrobali.com)
Lomba Mancing serangkaian HUT Sekeha Teruna (ST) Widya Dharma, Banjar Penyaringan, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan digelar pada Minggu (22/5).
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandhira dan Anggota DPRD Provinsi Bali, A.A Gede Agung Suyoga serta undangan lainnya.
Acara dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa dengan pelepasan ikan ke aliran sungai Campuhan, tempat berlangsungnya lomba.
Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik diadakanya lomba mancing serangkaian HUT Sekeha Teruna Widya Dharma, Banjar Penyaringan Sanur Kauh.
“Pemkot Denpasar  mendorong generasi muda di Kota Denpasar untuk kreatif dan aktif dalam berkegiatan positif meskipun ditengah pandemi. Generasi muda inilah nantinya yang menjadi penerus dan bahkan juga ikut menjadi penggerak bagi pembangunan di Kota Denpasar dengan ide segar dan inovasi yang mereka miliki sebagai nilai tambah,” ujar Arya Wibawa. Lebih lanjut menurut Arya Wibawa dengan adanya lomba mancing akan menumbuhkan kecintaan dalam memelihara dan kelestarian lingkungan, terutama kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan.
Sementara Ketua panitia acara, Putu Edgar Tanaya saat ditemui mengatakan kegiatan lomba mancing ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi pemuda – pemudi kami untuk berkreativitas dan berkegiatan yang positif dimana selama pandemi ini sedikit terhambat dalam melaksanakan event.
“Kami sudah edarkan sekitar 600 kupon seharga 50.000 rupiah kepada peserta yang akan memperebutkan hadiah termasuk doorprize berupa satu unit motor matic. Semoga kegiatan yang kami lakukan ini bisa menjadi contoh bagi sekeha teruna lainnya di Kota Denpasar untuk tetap produktif berkegiatan meski dimasa pandemi. Terkait teknis lomba yaitu jenis ikan yang digunakan dalam lomba adalah Lele yang dibagi menjadi dua kelas  yakni master dan non master . Para peserta diberikan tiga kali kesempatan mendapatkan ikan dan yang mendapat ikan terberat berkisar dari 3-5 kilogram yang berhak menjadi pemenang” sebutnya. (Esa/humasdps)
Baca Juga :
PEMKAB BANGLI SERAHKAN BANSOS DIHADAPAN MASYARAKAT