Waspadai tsunami Covid-19 Gelombang Kedua, Grace Anastasia: “Ingat! Pemerintah Itu Tauladan!”

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota DPRD Bali dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Anastasia Surya Widjaja

Denpasar (Metrobali.com)-

Serangan wabah Covid-19 gelombang kedua, saat ini sedang menyita perhatian masyarakat dunia. Apa yang belakangan ini terjadi di India, dengan tingginya jumlah kematian akibat Covid-19, menjadikan segala harapan untuk dapat segera keluar dari pusaran Covid-19 dengan adanya vaksin, seakan pupus. Sang virus pun menunjukkan kehebatannya dengan bermutasi, menjadikan dirinya lebih cepat untuk menyebar, dan juga lebih mematikan.

“Pastikan Vaksinasi tetap berjalan, dan setiap warga masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab penuh untuk itu!,” ujar Anggota DPRD Bali dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Anastasia Surya Widjaja, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keruntuhan kepercayaan publik terhadap efektivitas vaksin terhadap perkembangan Covid-19, akibat tsunami Covid-19 gelombang kedua, sebagaimana terjadi di India.

Seperti yang dilansir berbagai media, lanjut Grace kepada Metro Bali Kamis (6/5/2021), dengan jumlah penduduk lebih kurang 1,4 Milyar jiwa, yang tervaksinasi hanya 1,7 % dari seluruh populasi di India. Selain itu, ketidaktaatan pelaksanaan protokol kesehatan, menjadi faktor yang sangat menentukan massifnya penyebaran virus Covid 19 dan pemerintah India mengakui hal itu.

“Belajar dari India, Kita harus lebih tertib dan disiplin menerapkan prokes, dan itu wajib”, kata Grace Anastasia, anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, mengingatkan seluruh komponen masyarakat Bali, dalam upaya mengantisipasi kejadian serupa di Indonesia.

Disamping itu, Pemerintah Daerah Provinsi Bali, dengan seluruh jajarannya sampai tingkat Kabupaten/ Kota, adalah simbol yang dijadikan tauladan oleh masyarakat Bali, Grace menegaskan pernyataannya. Sudah sewajibnya pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatannya, untuk tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi berkumpulnya masyarakat. Sebagai contoh, pelaksanaan kegiatan UMKM Bangkit, yang diselenggarakan di Taman Budaya Denpasar, sangat berpotensi untuk berkumpulnya masyarakat di kegiatan pameran tersebut.

Baca Juga :
Pelatihan Badan Pengawas LPD se-Badung Dibuka

“Sebenarnya pemerintah daerah dapat berinovasi agar UMKM tetap tumbuh ditengah pandemi, dengan menyediakan platform khusus UMKM yang dapat diakses langsung oleh UMKM dalam memperdagangkan produknya, dan kalau gratis, dipastikan banyak UMKM yang akan memanfaatkannya”, ujar Grace, yang juga wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia wilayah Bali ini.

 

Hal lainnya yang mengkhawatirkan bagi Grace, adalah wacana Pemerintah Provinsi Bali, akan menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali, yang tidak seutuhnya dilakukan secara virtual, dimana menurut informasi, masih dilakukannya pertunjukkan di Taman Budaya, walaupun dilakukan secara terbatas, perlu untuk ditinjau ulang oleh pemerintah Provinsi Bali, agar kita terhindar dari kasus, sebagaimana yang terjadi di India.

“Jangan salahkan warga masyarakat yang sudah mulai melakukan kegiatan tradisinya sebagaimana kondisi normal, karena pemerintahnya sendiri memberikan contoh untuk itu, ingat bahwa pemerintah itu tauladan”, kritik Grace Anastasia, menanggapi fenomena yang terjadi belakangan ini di masyarakat Bali. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.