boediono 2

Jakarta (Metrobali.com)-

Wakil Presiden Boediono mengatakan semua lapisan masyarakat hendaknya bisa memberi ruang kepada remaja untuk berwirausaha sekalipun tidak dapat memperolehnya dalam kurikulum pendidikan saat ini.

“Kita memerlukan anak-anak muda tampil ke dunia nyata, terutama di dunia bisnis dan ekonomi. Dan ini ternyata dapat disampaikan pada tingkat yang cukup dini. Pendidikan kewirausahaan dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan, mulai dari yang sangat sederhana hingga yang sangat sulit,” kata Boediono saat menerima sejumlah siswa pemenang Indonesia Student Company Competition (ISCC) tahun 2014 di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (24/9).

Hadir dalam acara itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim dan pendiri Prestasi Junior Indonesia (PJI) Marzuki Darusman.

Boediono mengatakan, kalau hanya mengandalkan kurikulum yang ada saat ini maka tidak ada ruang untuk memberikan pendidikan kewirausahaan dan implementasinya. Tetapi sekolah dapat menambahkannya, baik pada kegiatan intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Sejak dini, menurut Wapres, anak-anak muda Indonesia perlu melihat dunia lebih luas lagi terlebih lagi pada akhir tahun 2015 akan diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menandakan dimulainya pasar bebas ASEAN.

Indonesia diibaratkan Wapres sebagai gadis cantik dengan banyak pria mengincarnya. “Kita memiliki sumber alam yang luar biasa, dan angkatan kerja yang besar,” kata Wapres.

Menurut Boediono, Indonesia harus bersiap, jangan sampai tenggelam dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. “Intinya kita harus siap,” kata Wapres.

Marzuki Darusman mengatakan tujuan awal PJI adalah menciptakan kemitraan antara dunia bisnis dan dunia pendidikan. “Kami melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk turut mengembangkan dunia pendidikan agar siswa siap kerja,” kata Marzuki.

Dengan itu diharapkan para siswa memiliki kemampuan awal wirausaha dan mengerti keuangan.

PJI ingin memudahkan pemuda Indonesia masuk ke dunia kerja dalam menghadapi persaingan yang luar biasa dengan membekali berbagai macam keterampilan untuk generasi muda.

Terlebih lagi Indonesia sangat tertinggal dalam jumlah wirausaha saat ini dibandingkan negara-negara di kawasan ASEAN. Jumlah wiraswasta di Indonesia di bawah satu persen, Malaysia empat persen dan Singapura sebanyak tujuh persen.

Program dari Prestasi Junior Indonesia adalah “Junior Achievement Student Company” yang merupakan program pendidikan kewirausahaan yang memberikan kesempatan siswa di Indonesia untuk belajar berbisnis secara nyata. AN-MB 

Baca Juga :
Dari Pramusti Bali Peduli Bencana Gunung Kelud : Ngamen Sejam Dapat Dana Amal Rp 12.703.400,-