Wabup Suiasa Hadiri Pelantikan MPUK Kabupaten Badung

Metro Bali
single-image

Wabup Suiasa saat menghadiri pelantikan MPUK Kabupaten Badung di Gereja Elim Tabernakel Kerobokan Kelod Kuta Utara, Senin (3/5).

Mangupura, (Metronbali.com)

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri pelantikan Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kabupaten Badung bertempat di Gereja Elim Tabernakel (GET) Kerobokan Kelod Kuta Utara, Senin (3/5).

Acara juga dihadiri Kepala Kesbangpol Badung Nyoman Suendi, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana dan Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan.

Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan pelantikan pengurus MPUK ini menunjukkan telah berjalannya proses demokrasi pada organisasi di kalangan Gereja. Di mana kegiatan ini tentunya telah melalui proses pemilihan dan waktu yang tepat serta dilaksanakan secara demokratis dan menggambarkan kerukunan yang tercipta dari rasa kebersamaan dan kekeluargaan. “Inilah contoh kerukunan yang sangat kami harapkan, sebab kerukunan antar umat beragama terbangun dimulai dari terciptanya kerukunan antar sesama umat dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu Suiasa mengharapkan agar program-program yang dihasilkan nantinya dapat menyentuh semua elemen bangsa, terutamanya kalangan generasi muda. “Mencermati perkembangan situasi di tengah arus globalisasi saat ini, saya berharap seluruh Umat Kristen mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia berdasarkan 4 pilar kebangsaan RI yaitu: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kabupaten Badung Pendeta Jonathan Soeharto mengatakan melalui kegiatan pelantikan pengurus baru Pengurus Musyawarah Pelayanan Umat Kristen tercipta kondisi hidup yang harmonis tanpa konflik di balik keanekaragaman di tengah gencarnya arus globalisasi. Ini juga merupakan dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Badung dalam melaksanakan berbagai program pembangunan demi terciptanya kesejahteraan bersama. Untuk itu pihaknya mengajak meningkatkan dialog dalam berbagai bentuk, baik itu merupakan dialog kehidupan, dialog karya maupun dialog monastik mengingat dialog merupakan kunci keberhasilan dalam mengolah konflik akibat berbagai perbedaan, untuk kerukunan dan persaudaraan sejati. “Dengan demikian, kita sesungguhnya mengambil bagian dalam program Ajeg Bali dan menjadikan Bali sebagai pulau yang menjunjung tinggi nilai budaya pada umumnya, nilai religi dan etika universal,” pungkasnya.

Baca Juga :
Polres Gianyar Gelar Latihan Pra Ops Sikat Agung 2020

Dalam kesempatan tersebut wakil Bupati Badung menerima cenderamata yang diserahkan oleh ketua musyawarah pelayanan umat Kristen (MPUK). (RED-BN)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.