Denpasar (Metrobali.com)-

Sejak Pagi hari pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar tampak kusyuk mengikuti prosesi Pemelaspasan Alit yang bertepatan dengan Buda Kulantir  umanis sasih keenam Rabu (14/12). Pemkot Denpasar melakukan upacara Pemelaspasan alit di Kantor Walikota. Setelah rampungnya beberapa pembangunan Pelinggih Padmasana, Panugun Karang, Panglurah, dan pelinggih Banaspati Raja.

Sebelum prosesi pemindahan Ida Betara, diawali dengan pementasan Tari Rejang Dewa. Dalam upacara ini dihadiri langsung oleh Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang didamping Sekkot  AA.Ngr Rai Iswara, Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar   dan Staff di lingkungan Pemkot Kota Denpasar. Setelah pementasan Tari Rejang Dewa tampak Wali Kota IB. Rai Darmawijaya Mantra, beserta Sekkot Denpasar  Rai Iswara serta beberapa Pejabat ikut serta memundut Ida Betara dan di Stanakan di Padmasana setempat. Dimana pemelaspasan ini menggunakan Banten Caru Panca Sata. Upacara pemelaspas ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pemaron Mandhara  dari Griya Kusumayati Denpasar.

Menurut Kabag Kesra Kota Denpasar I Gusti  Bagus Mataram ditemui disela-sela upacara mengatakan upacara pecaruan ini bertujuan untuk menjaga vibrasi kesucian pura dan kantor wali kota Denpasar setelah dilakukannya pemugaran. Upacara pemelaspasan diawali dengan Pecaruan Ayam Brumbun (manca warna), dan saruntutannya, serta memakai Gelar Sanga, maksudnya unsur- unsur negatif dan positif menjadi bertemu, terjadilah kehidupan yang bermamfaat bagi Sarwa Prani. Dengan pecaruan (Bhuta Yadnya) akan menetralisir pengaruh- pengaruh buruk, para Bhuta kala diharapkan akan somia atau menjadi roh- roh suci yang selanjutnya akan menyelamatkan kehidupan, khususnya bagi para Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.(Juana HUMAS Dps)

Baca Juga :
Presiden Tegaskan Hukum Harus Ditegakkan untuk Lindungi Masyarakat