Mangupura (Metrobali.com)-

Upacara ”pakelem” di Pantai Pandawa, Desa Kutuh dilaksanakan, Kamis (12/1) kemarin. Upacara ini digelar terkait penemuan mayat di perairan Pantai Kutuh dan Ungasan belum lama ini. Selain itu pekelem ini sebagai sarana pembersihan secara niskala, karena pantai Pandawa akan digunakan sebagai tempat pemelastian ida bhatara Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, Desa Kutuh serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Agung lan Padudusan Agung di Pura Gunung Payung.
Upacara pakelem dipuput Ida Pedanda Ngurah Keniten dari Griya Sangeh dan Ida Pedanda Budha dari Griya Gunung Sari Peliatan Ubud. Hadir pada upacara tersebut Bupati Badung Anak Agung Gde Agung beserta Istri Nyonya Ratna Gde Agung, Kepala SKPD, Ketua PHDI Badung I Nyoman Sukada, Camat  Kuta Selatan I Wayan Pudja serta tokoh dan masyarakat Desa Adat Kutuh. Pelaksanaan upacara diawali dengan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan melakukan pekelem ke tengah laut oleh Perbekel Desa Kutuh I Nyoman Mesir bersama para pemangku.
Ketua PHDI Badung I Nyoman Sukada menjelaskan, tujuan dari upacara pekelem ini dikarenakan adanya kedurmalan yang disebabkan adanya penemuan mayat imigran gelap yang kapalnya tenggelam beberapa waktu lalu di kawasan pantai Kutuh, sehingga dianggap leteh dan perlu mengadakan upacara pekelem seperti ini. ”Karena kawasan pantai ini dipergunakan sebagai tempat upacara melasti, maka areal tersebut disucikan dengan upacara caru panca kelod dengan sarana pakelem berupa kambing, bebek, kucit, ayam yang kesemuanya berwarna hitam.
Dengan upacara pecaruan dan pakelem ini maka pelaksanaan upacara pemelastian dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Puncak karya di Pura Gunung Payung dilaksanakan pada purnaming sasih kawulu, 7 Pebruari 2012 mendatang. Sedangkan bagi warga yang ingin tangkil dan ngaturang bhakti dapat dilakukan hingga tanggal 20 Maret 2012 nanti. MB1
Baca Juga :
Literasi Media Teknologi Informasi di Kabupaten Badung