Foto: Webinar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Universitas Bali Dwipa (UBAD), Jumat (12/2/2021).

Denpasar (Metrobali.com)-

Universitas Bali Dwipa (UBAD) menggelar webinar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertema “Blow Up Your Creativity”, Jumat (12/2/2021). Hadir selaku narasumber akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. apt. Sundani Nurono Suwandhini dan dipandu moderator Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P.

Dalam webinar ini hadir pula Rektor UBAD Dr. Ir. Ketut Suriasih, MApp.Sc., Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali Ir. I Wayan Adnyana, S.H.,M.Kn.,serta diikuti ratusan peserta secara online.

Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali Ir. I Wayan Adnyana, S.H.,M.Kn., dalam sambutannya mengungkapkan sosialisasi PKM meski berlangsung secara daring sebab masih dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan webinar tidak mengurangi substansi yang ingin disampaikan kepada seluruh mahasiswa baru.

Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan wawasan mahasiswa sebagai insan akademik untuk meningkatkan kreativitasnya melalui PKM ini.

“PKM sangat penting bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika sesuai tagline Universitas Bali Dwipa yakni creative, innovative dan excellent. PKM dengan tema Blow Up Your Creativity ini silahkan adik-adik mahasiswa memperkenalkan kreativitasnya di segala bidang,” kata Adnyana.

Rektor Universitas Bali Dwipa (UBAD) Dr. Ir. Ketut Suriasih, MApp.Sc., dalam sambutannya berharap kegiatan sosialisasi PKM 2021 ini dapat semakin meningkatkan jumlah partisipasi mahasiswa dan perguruan tinggi swasta di Bali , NTB dan NTT, sekaligus menjadi sarana positif pengembangan kompetensi mahasiswa Indonesia.

Dijelaskan bahwa PKM merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2021 di bawah pengelolaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

“PKM merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. PKM memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Rektor Suriasih.

Baca Juga :
Yoana Desa Adat Kota Tabanan Gelar Fun Bike, Sosialisasikan Porprov Bali 2019

Sejak diluncurkannya, PKM memperoleh respon positif, baik di kalangan mahasiswa maupun pimpinan perguruan tinggi. Hal ini tercermin dari bertambah banyaknya jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dan proposal yang diunggah mahasiswa.

Dalam upaya mengakomodasi perkembangan ide kreatif dan inovatif mahasiswa, PKM terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga mahasiswa mampu mengantisipasi, memahami bahkan berkontribusi untuk mewujudkan tujuan kehidupan dunia yang dicanangkan PBB dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) tahun 2015-2030.

PKM juga dirancang untuk mengadopsi teknologi digital yang telah merasuki nyaris di semua sendi kehidupan, oleh karena itu, mulai tahun 2019 diperkenalkan satu bidang baru PKM yaitu PKM-GFK atau PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif, dan di tahun 2021 ini, PKM-GFK masuk menjadi salah satu PKM pendanaan berbasis proposal sehingga dikenal dengan PKM 6 Bidang bersama PKM 5 bidang yang sebelumnya sudah ada.

Program Kreativitas Mahasiswa sangat mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yaitu meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi di level nasional.

Pencapaian jumlah mahasiswa berprestasi merupakan upaya semua pihak meskipun kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kita melakukan upaya adaptasi, modifikasi dan penyesuaian kegiatan di segala bidang dengan mengkombinasi kegiatan berbasis daring dan luring serta pemanfaatan fasilitas digital untuk kesuksesan program.

“Perhatian terhadap ketentuan pemerintah dan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat menjadi kunci penting pelaksanaan PKM 2021,” kata Rektor Suriasih.

Narasumber tunggal webinar PKM ini Prof. Dr. apt. Sundani Nurono Suwandhini mengungkapkan PKM bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang tahu dan taat aturan, objektif kooperatif, kreatif inovatif dalam membangun kebhinekatunggalikaan intelektual. “Kita harapkan mahasiswa kreatif tapi dosennya harus kreatif dulu,” ujarnya.

Ia pun memotivasi mahasiswa agar terus mengasah kreativitasnya melalui program PKM, begitu pula para dosen agar terus mampu membangkitkan semangat mahasiswa lebih giat lagi memunculkan kreativitasnya. “Tidak ada yang namanya mahasiswa bodoh yang ada mahasiswa malas. Kecilnya hati disebabkan karena malas saja bukan karena tidak pintar,” ujar Prof Sundani

Baca Juga :
Beri Ruang Berkesenian, Taman Budaya Denpasar Rutin Gelar Aktifitas Seni Gratis Setiap Hari Minggu

Prof Sundani lantas menjabarkan 9 kriteria PKM dan inti kegiatannya. Pertama, PKM-R (Riset) inti kegiatannya mengungkap solusi atas fakta atau fenomena persoalan masyarakat secara saintifik. Kedua, PKM-PI (Penerapan Iptek) dengan inti kegiatan solusi iptek (teknologi atau manajemen) bagi mitra profit dengan atau tanpa dukungan pihak ketiga.

Ketiga, PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat) dengan memberikan solusiIPTEK (teknologi/manajemen) bagi mitra non profit dengan atau tanpa dukungan pihak ketiga. Keempat, PKM-KC (Karsa Cipta), karya berupa hasil konstruksi karsa yang bersifat fungsional dengan atau tanpa dukungan pihak ketiga, siap uji coba fungsi.

Kelima, PKM-K (Kewirausahaan), produksi karya intelektual berbasis iptek sebagai komoditas usaha mahasiswa dengan atau tanpa dukungan pihak ketiga. Keenam, PKM-AI (Artikel Ilmiah), membuat artikel ilmiah dari kegiatan akademik mahasiswa yang sudah direalisasikan termasuk PKM NON PIMNAS.

Ketujuh, PKM-GT (Gagasan Tertulis), berupa karya tulis yang memuat konsep perubahan atau pengembangan di masa depan, bersifat problem solving. Kedelapan, PKM-GFK (Gagasan Futuristik Kreatif), yakni karya intelektual mahasiswa berupa video berbasis isu SDGs atau isu Nasional, bersifat problem solving. (wid)